Lebaran,…. Dan Semangat Mudik

Mahyuddin
Mahyuddin 806 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Ada yang menyebut menjelang hari lebaran sangat khas di Indonesia ,jutaan warga mudik atau pulang ke kampung halaman hanya demi merayakan hari lebaran bersama keluarga ,kerabat dan teman di tanah kelahiran . Kalau orang Barat memerlukan berlibur di ujung kerja kerasnya,maka kaum urban Indonesia yang sebelumnya menenun nasib di rantau memilih mudik sebagai titik puncak kulminasi perjalanan tradisi tahunan pulang kampung . Hari lebaran menjadi hari “reuni”keluarga dan kerabat yang meluas dan menasional .

Setiap menjelang lebaran pemerintah harus melakukan langkah antisipatif di banyak sektor mulai angkutan udara ,laut dan darat yang pasti disesaki pemudik . Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, lonjakan harga kebutuhan pokok dengan menggelar gerakan pangan murah dimana mana untuk merem kelicikan spekulan. .Pusat perbelanjaan, mall ,pasar tradisional dan modern bahkan ada yang terpaksa menjadi pasar tumpah karena transaksi jual beli dilakukan di pinggir jalan raya , semuanya demi lebaran . Meski lebaran tidak meminta, agama juga tidak menganjurkan tetapi agaknya dihari lebaran itulah mulai makanan,busana ,perabot rumahtangga ,bahkan kendaraan dan lainnya sepertinya baru “sah “kalau baru. Padahal disadari atau tidak kita baru saja selesai berpuasa sebagai sarana pendidikan bagaimana mendidik pribadi menjadi insan yang memiliki kemampuan pengendalian diri.

Melalui ibadah puasa ,ummat Islam senantiasa dilatih untuk dapat mengendalikan diri dengan cara mengekang hawa nafsu yang cendrung tidak terkendali .Dengan berpuasa itulah hawa nafsu diletakkan dalam kendali iman . Melaksanakan ibadah puasa adalah pendakian spiritual untuk mendapatkan kesadaran kualitatif dari manusia biasa sehari hari menjadi manusia rohani yang akan menyebarkan kebaikan bersedekah ,berbagi kepada sesamanya. .Mereka membagikan sebagian rezekinya agar saudara kita yang lemah juga terpercik wanginya lebaran. .Berpesta dihari lebaran agaknya sebagai pelampiasan manifestasi lahiriah setelah sebulan penuh melakukan pengendalian diri berpuasa menahan lapar dan dahaga ,merem nafsu biologis disiang hari.

Baca juga :  Disambut Hujan 40 Hari 52 Tahun Silam

Tradisi mudik dari bahasa Jawa “Mulih Dilik atau Mulih Dhisik “yang berarti pulang sebentar menjadi tradisi tahunan bagi perantau menjelang Idul Fitri. Sebagian merasa terpanggil oleh kewajiban melaksanakan momentum ritual ,memanfaatkan libur kerja ,melaksanakan hajat sungkem kepada orang tua ,bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat di kampung halaman ataukah ziarah kubur .Sungguh bila direnungkan betapa indah akan hikmah yang terbingkai dalam mudik meski harus ditebus dengan fikiran ,tenaga ,waktu dan finansial yang tidak sedikit .Rasanya baru sah bersilaturahmi dan bermaaf – maafan dalam momentum lebaran .

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!