“UMKM bergerak, hotel terisi, rumah makan ramai, oleh-oleh terjual, dan akhirnya berdampak juga pada pendapatan kota,” tuturnya.
Ia menambahkan, Makassar perlu terus menghadirkan event berskala nasional dan internasional sebagai strategi memperkuat perekonomian daerah.
“Kota Makassar tidak memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dieksplorasi. Karena itu kita harus memaksimalkan potensi lokal dan menciptakan ikon-ikon yang membuat orang datang ke Makassar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Munafri memastikan kesiapan infrastruktur penunjang terus dimaksimalkan, termasuk penerangan jalan dan keamanan lintasan. Evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya juga telah ditindaklanjuti, terutama terkait lampu jalan yang sempat dikeluhkan peserta.
“Tahun lalu banyak masukan soal lampu jalan yang masih gelap. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik, walaupun masih ada penyesuaian,” ujarnya.
Ia menegaskan faktor keselamatan peserta menjadi prioritas utama karena banyak pelari datang untuk mengejar catatan waktu terbaik atau personal best.
Pemkot Makassar bersama panitia dan aparat keamanan juga telah melakukan koordinasi menyeluruh terkait pengamanan jalur, kesiapan tim medis, hingga standar teknis pelaksanaan lomba.
“Keselamatan bukan hanya untuk peserta, tapi juga masyarakat yang dilalui jalur lari,” kata Munafri.
Selain aspek teknis, perhatian juga diberikan terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah selama event berlangsung. Munafri meminta pelaksanaan Makassar Half Marathon dapat menjadi contoh event yang tertib dan ramah lingkungan.
“Gelas-gelas minuman tidak boleh dibuang sembarangan. Harus ada sistem pengelolaan yang baik dan ini sudah menjadi perhatian khusus panitia bersama Dewan Lingkungan,” ucapnya.
Munafri berharap Makassar Half Marathon terus berkembang dan menjadi ikon olahraga sekaligus pariwisata Kota Makassar.
“Tahun ini ada 12 ribu peserta, tahun depan saya mau 15 ribu peserta. Event ini harus terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Kota Makassar,” tandas Munafri. (Hdr)

