PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi Andi Gita Namira Patigana mengatakan Pemerintah Kota Makassar tengah mengembangkan program “Makassar Virtual Run”, sebuah inovasi berbasis teknologi yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan fasilitas publik kota.
Program yang menjadi inisiatif Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin itu nantinya terintegrasi dalam aplikasi Lontara Plus Makassar Move. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat berolahraga sekaligus melaporkan berbagai persoalan kota yang ditemukan selama beraktivitas.
“Ini inisiatif langsung dari Pak Wali. Beliau ingin masyarakat Kota Makassar lebih aktif berolahraga sekaligus lebih peduli terhadap kondisi kotanya melalui ajang virtual run ini,” ujar Gita, Rabu (3/6/2026).
Konsep virtual run memungkinkan masyarakat melakukan aktivitas olahraga seperti berlari, berjalan santai, maupun bersepeda secara mandiri di lokasi dan waktu yang mereka tentukan sendiri. Seluruh aktivitas peserta akan tercatat otomatis melalui aplikasi Strava yang terhubung dengan sistem Makassar Move.
Melalui fitur tersebut, masyarakat dapat mengikuti berbagai tantangan olahraga yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar, seperti Run for Clean City, Makassar Virtual Cycling, dan sejumlah agenda olahraga lainnya.
“Makassar Virtual Run nanti akan kami sambungkan ke Strava. Ketika peserta melakukan aktivitas olahraga dan mengikuti event yang tersedia, seluruh aktivitasnya akan tercatat otomatis dalam sistem,” kata Gita.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas olahraga, tetapi juga mendorong partisipasi warga dalam pengawasan fasilitas publik dan kondisi lingkungan kota.
Pemerintah Kota Makassar memberikan poin tambahan bagi peserta yang aktif melaporkan berbagai persoalan kota melalui fitur Aduan Lontara Plus, aplikasi super apps yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital.
Berbagai persoalan, mulai dari trotoar rusak, jalan berlubang, fasilitas umum yang tidak berfungsi, hingga kawasan yang membutuhkan perhatian pemerintah, dapat langsung dilaporkan masyarakat saat beraktivitas olahraga.
“Selain lari mengumpulkan poin, poin terbesar justru berasal dari aduan. Kalau masyarakat menemukan trotoar rusak atau jalan bermasalah saat beraktivitas, bisa langsung difoto dan dilaporkan melalui Lontara Plus,” ujarnya.
Gita menilai konsep tersebut dirancang untuk mengubah pola partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan terkait kondisi kota. Warga diharapkan tidak hanya menyampaikan kritik melalui media sosial, tetapi menggunakan kanal resmi pemerintah agar laporan dapat ditindaklanjuti secara terukur.
“Daripada hanya mengeluh di Instagram atau media sosial lainnya, lebih baik langsung diadukan melalui Lontara Plus karena masyarakat juga bisa melihat progres penanganannya,” katanya.
Seluruh poin peserta akan dihitung secara otomatis dan real time berdasarkan jarak tempuh aktivitas olahraga yang tercatat melalui Strava serta jumlah laporan yang berhasil dikirimkan. Sistem juga akan menampilkan papan peringkat berdasarkan akumulasi poin peserta.
“Perhitungannya real time. Jadi setiap aktivitas olahraga maupun aduan yang masuk langsung terakumulasi dalam sistem tanpa perhitungan manual,” tutur Gita.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta dengan perolehan poin tertinggi, mulai dari jersey eksklusif, merchandise olahraga, hingga sepatu olahraga.
Selain itu, peserta juga dapat menukarkan poin yang dikumpulkan dengan voucher promosi dan diskon dari restoran, kafe, maupun pelaku usaha yang bekerja sama dalam program tersebut.
Menurut Gita, Pemerintah Kota Makassar juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM, restoran, dan kafe melalui fitur gamifikasi yang tersedia di aplikasi.
“Masyarakat nantinya bisa mengumpulkan poin lalu menukarkannya dengan voucher dari restoran atau pelaku usaha yang bekerja sama. Karena itu kami juga mengajak UMKM, kafe, dan resto ikut berkolaborasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem penilaian dalam Makassar Virtual Run tidak menggunakan batas target poin tertentu. Penentuan peringkat sepenuhnya berdasarkan tingkat keaktifan peserta dalam berolahraga dan melaporkan persoalan kota.
“Ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi,” kata Gita.
Terkait tindak lanjut laporan masyarakat, ia memastikan mekanismenya tetap mengikuti alur layanan Aduan Lontara Plus yang telah berjalan selama ini. Setiap laporan akan diverifikasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah terkait.
Program Makassar Virtual Run sendiri telah diperkenalkan bersamaan dengan penyelenggaraan Makassar Half Marathon beberapa waktu lalu.
“Setelah diluncurkan, masyarakat sudah bisa mulai mencoba dan mengikuti berbagai event yang tersedia,” ujarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, tetapi juga mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik kota.
“Di tengah berbagai upaya pembangunan kota, kami ingin menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memberi insentif bagi warga yang aktif berolahraga,” kata Munafri.
Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Makassar sebagai kota yang sehat, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya,” ujar Munafri. (Hdr)

