PEDOMANRAKYAT, SELAYAR — Laut pagi itu tidak sekadar membentang biru. Ia berdenyut, bergolak, seakan menjadi panggung ujian bagi keberanian yang berlayar di atasnya. Ombak berkejaran, angin menderu, mengiringi perahu-perahu kecil yang sarat muatan, bukan hanya bahan bangunan, melainkan juga harapan. Senin, 4 Mei 2026.
Di tengah gelombang yang tak pernah sepenuhnya jinak, prajurit TNI dari Kodim 1415/Selayar bersama masyarakat berdiri teguh. Mereka tak sekadar mengangkut kayu, semen, dan pasir. Mereka memanggul mimpi tentang rumah yang layak, tentang malam yang tak lagi ditembus hujan, tentang kehidupan yang perlahan menemukan hangatnya.
Setiap hempasan ombak menjadi ujian. Namun di sanalah tekad ditempa. Perahu-perahu itu melaju seperti doa yang tak putus, menembus angin dan arus, menuju daratan tempat harapan hendak ditegakkan menjadi kenyataan.
Di atas laut yang bergolak, tak ada sekat antara seragam dan rakyat. Tangan-tangan saling menguatkan, menyatu dalam irama gotong royong. Seperti akar-akar yang berjalin di dalam tanah, mereka kokoh menahan badai. Kebersamaan menjadi jangkar yang tak terlihat, menjaga semangat tetap berlabuh pada tujuan.
Daeng Bunga (59), warga Desa Kahu-Kahu Utara yang menjadi penerima bantuan RTLH TMMD, menuturkan rasa syukurnya dengan mata yang berbinar.

