Merasa Bangga Melihat Made In Indonesia di Belanda

James
James 277 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Selain orang Belanda, orang asing lainnya seperti bangsa Turki, Maroko dan Bosnia, juga kadang terlihat membeli makanan Indonesia. Satu ketika, saya bertemu dengan orang Turki membeli sambil terasi. Ketika saya tanya, apakah dia beli untuk dimakan sendiri di rumah.

“Ya,” jawabnya. Makanan kalian berbau, tetapi enak, menambah gairah makan. Karena pedas maka juga menjadikan tubuh segar,” katanya.

Product Lainnya. Tetapi yang dimaksudkan “made in Indonesia” di sini bukan makanan saja. Seringkali orang-orang Indonesia di Belanda mengalami semacam kejutan. Karena barang yang dibelinya dianggap produksi dari India atau Pakistan atau negara lain, kenyataannya adalah buatan Indonesia.

“Tuangalla-e. Beta seng tahu. Beta kacele, beta kira itu buatan Perancis dari Paris. Begitu beta lihat bagus-e, beta seng periksa, beta beli. Beta kecele,” demikian terdengar dari dua wanita muda yang sedang berbincang dalam bahasa melayu Ambon di teras sebuah kafe pada musim panas.

Mereka berdua bercerita pengalamannya dalam bahasa Belanda kadang dicampur bahasa Melayu. Menurut cerita yang satu, mereka pernah sama vrind (temannya) masuk ke butik kecil membeli pakaian yang warnanya menarik, kualitasnya baik, penampilannya elegan.

Tiba di rumah, satu di antaranya mengenakan baju baru yang dibeli, setelah dilihat mereknya, ternyata buatan Indonesia. Menurutnya, ia tidak pernah membayangkan kalau baju seindah itu adalah buatan tanah leluhurnya.

Yang satunya menceritakan juga pengalamannya, pernah membeli sepatu merek Nike di toko sepatu di Utrecht, Belanda Tengah. Ia begitu tertarik dengan sepatu itu, hingga memutuskan membelinya. Ia Kemudian mengetahui bahwa sepatu yang dibelinya itu adalah buatan Indonesia juga.

Melihat merek “made in Indonesia” di luar negeri selalu saja menimbulkan rasa bangga sekaligus rindu kampung halaman. Misalnya, suatu waktu saat saya duduk di depan komputer, asyik menjelajah di dunia maya, tiba-tiba kedua putri saya datang. Masing-masing mengenakan baju baru, yang satu kolbert dan lainnya sweater. Keduanya merasa bangga menggunakan pakaian kesukaannya diproduksi dari Indonesia.

Baca juga :  Jaga Kamtibmas Kondusif, Polres Pelabuhan Makassar Tingkatkan Cipkon di Operasi Mantap Brata 2023

Tentu, peristiwa semacam ini juga terjadi bukan di Belanda saja, tetapi juga bagi orang-orang Indonesia yang berdomisili di negeri rantau lainnya. (***)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!