PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Di sebuah aula yang sederhana namun penuh makna, Senin pagi (30/3/2026), waktu seakan melambat di Aula STIE Tridarma Nusantara, Jalan Kumala II Makassar. Satu per satu wajah yang pernah akrab di masa muda kembali dipertemukan dalam bingkai Silaturahmi dan Halalbihalal 1447 Hijriah Ikatan Alumni (IKA) PPSP ’81.
Bukan sekadar pertemuan, ini adalah ruang pulang—tempat kenangan lama menemukan napas baru.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh St. Nahar, suaranya mengalun tenang, meresap ke dalam hati para hadirin. Sejenak, suasana menjadi khidmat, seperti mengingatkan bahwa pertemuan ini bukan hanya tentang manusia, tetapi juga tentang hubungan dengan Sang Pencipta.
Ketua IKA PPSP ’81, Dr. M. Natsir Mallawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan seperti ini selain agenda rutin, juga adalah jembatan yang terus dirawat.
“Halalbihalal adalah momentum untuk saling memaafkan. Kita ini sering berinteraksi, baik langsung maupun lewat media sosial. Tentu tidak lepas dari gesekan. Maka hari ini, mari kita saling memaafkan,” ujarnya dengan nada hangat.
Di tengah dunia yang semakin cepat dan sering kali dingin, ajakan itu terasa sederhana, namun justru itulah yang paling sulit dilakukan: membuka hati.
Sebagai tuan rumah, Andi Dorawaty menghadirkan suasana yang hangat dan bersahaja. Tak ada sekat, tak ada jarak. Semua larut dalam canda, cerita lama, dan saling sapa yang terasa tulus.
Sementara itu, Ketua Pengurus Harian IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Farouk Beta—mewakili Ketua Umum Prof. Harris Arthur Hedar—menyampaikan arah baru organisasi alumni.
“Halalbihalal kini kami serahkan ke masing-masing angkatan. Kita tidak terlalu banyak lagi pada kegiatan seremonial. Ke depan, diharapkan muncul kader terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan,” ungkapnya.


