Munafri Dorong Pers Profesional Hadapi Disrupsi Digital

Ramzy
Ramzy 142 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan kompetensi wartawan di tengah derasnya arus digitalisasi serta disrupsi media yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri pembukaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Fajar Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (2/6/2026).

Menurut Munafri, pers memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, ia berharap PWI tetap menjadi pilar demokrasi yang mampu melahirkan jurnalis profesional dengan menjunjung tinggi etika dan independensi.

“Di era digital saat ini, tantangan dunia jurnalistik semakin besar, mulai dari derasnya arus informasi hingga maraknya hoaks dan disinformasi,” ujar Munafri.

Ia menilai organisasi profesi wartawan berperan penting dalam memperkuat integritas pers sekaligus mengawal kebijakan publik secara objektif dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik.

Menurut dia, keberadaan wartawan yang profesional, beretika, dan berorientasi pada kepentingan publik menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan lanskap media saat ini.

Munafri mengatakan, konferensi PWI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta merumuskan langkah-langkah bagi kemajuan dunia pers di Sulawesi Selatan.

“Konferensi ini harus melahirkan gagasan konstruktif dan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju serta adaptif terhadap perubahan zaman,” kata Munafri.

Ia juga menegaskan Pemerintah Kota Makassar membuka ruang kolaborasi dengan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat transparansi pemerintahan, dan menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Menurut Munafri, profesi wartawan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah, termasuk Kota Makassar.

“Orang-orang yang belum pernah datang ke Makassar bisa mengenal Makassar melalui karya jurnalistik. Jika ditulis dengan baik, maka pengetahuan mereka tentang Makassar juga akan baik,” ujarnya.

Baca juga :  Rangga Laksanakan Kegiatan Pengawasan APBD Provinsi Sulsel Di Kelurahan Patte’ne Takalar

Mantan CEO PSM Makassar itu turut mengapresiasi kemampuan insan pers yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan transformasi digital. Namun, ia mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak menggeser nilai integritas sebagai fondasi utama profesi jurnalistik.

“Semakin maju teknologi, integritas harus tetap dipertahankan. Apa yang ditulis rekan-rekan pers akan memengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa maupun kebijakan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai instrumen menjaga kualitas dan profesionalisme insan pers.

Ia mendorong agar proses sertifikasi dan pengujian kompetensi wartawan dilakukan lebih ketat guna memastikan profesi jurnalistik dijalankan oleh individu yang memiliki kapasitas, etika, dan tanggung jawab.

“Profesi wartawan adalah profesi terhormat yang harus dijaga marwahnya,” ucapnya.

Munafri mengingatkan agar profesi jurnalistik tidak disalahgunakan untuk melakukan tekanan terhadap pihak tertentu demi kepentingan pribadi. Menurut dia, tindakan semacam itu dapat merusak citra individu sekaligus mencoreng nama organisasi profesi.

Ia meyakini PWI memiliki komitmen menjaga profesionalisme dan etika anggotanya sehingga praktik-praktik yang mencederai profesi dapat dicegah.

Lebih lanjut, Munafri menekankan, pers harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif dan proporsional dengan menyampaikan informasi berdasarkan fakta.

“Tulislah apa yang benar-benar dilihat dan diketahui. Sampaikan fakta apa adanya,” ujarnya.

Menurut dia, pers merupakan salah satu penopang utama demokrasi dan pembangunan daerah karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberi masukan, kritik konstruktif, serta peringatan dini terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Pers menjadi salah satu tiang utama yang menopang kehidupan demokrasi,” kata Munafri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Makassar Abdullah. (Hdr)

Baca juga :  Anggota DPRD Morowali Utara Ke DPRD Bone Belajar Penggunaan Dana PEN
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!