Pada PSBM IV, KKSS menekankan agar pada pertemuan lanjutan hendaknya para saudagar lebih terfokus dalam memprioritaskan program. Seperti pertemuan antara saudagar bidang agribisnis, misalnya. Memang beberapa sinergi dan penandatanganan MOU telah terjadi antara pengusaha pusat dan daerah.
Lebih banyak memang kontak-kontak bisnis lahir antara satu perusahaan/perorangan.
Begitulah seterusnya PSBM adalah tradisi yang digelar saban tahun hingga kini, di masa Andi Amran Sulaiman sebagai ponggawa KKSS.
Jejaring Bisnis dan Modal Ventura
Dengan terciptanya jaringan bisnis, maka diharapkan model pengembangan yang berpola kerja pada kemitraan yang setara dan fungsional, dapat diwadahi oleh lembaga kemitraan serumpun menurut jenis usaha yang mengelola dan menyalurkan informasi bisnis. Jaringan saudagar Bugis Makassar merupakan fakta historis yang telah mewujudkan diri sebagai bagian integral dari perekonomian Nusantara meliputi bangsa dan negara.
Akar masalah itu dengan gamblang mencuat seperti yang tercantum dalam berbagai rumusan pertemuan PSBM. Di sana tergambar bahwa masalah mendasar yang dihadapi oleh para saudagar, terhambat pada rendahnya jaringan penyebaran, akses, kelembagaan pendukung organisasi bisnis. Rendahnya akses terhadap perkembangan dan pemanfaatan produksi dan alokasi di kalangan saudagar. Juga tak kalah penting, kemampuan manajemen yang belum maksimal.
Pada wilayah lain, upaya KKSS dengan Pemda Sulawesi Selatan adalah menciptakan sedini mungkin lembaga pemberdayaan ekonomi. Terbutki sudah berbagai upaya dan pendekatan dilakukan oleh pemerintah dalam menjalin kemitraan dengan badan-badan usaha yang ada di luar Sulawesi Selatan.
Dalam pelbagai kesempatan, Gubernur Sulsel ZB.Palaguna, khususnya di tengah warga KKSS, memaparkan potensi yang terpendam di daerah yang membutuhkan sentuhan dari investor, khususnya diharapkan dari warga KKSS.
Pemerintah bertekad akan memberikan berbagai fasilitas kemudahan terutama yang berkaitan dengan perizinan. Langkah-langkah prakarsa seperi Forum Tudang Sipulung Saudagar Bugis Makassar, kontak bisnis per person atau levat lembaga-lembaga formal ekonomi, yang melibatkan swasta dan pemerintah.
Untuk itu, pemda mengajak peranserta warga KKSS yang ada di mana saja bermukim, untuk ikut membangun kampung halamannya. Begitulah kemudian tercetus perusahaan Modal Ventura Sulawesi Selatan, sebagai salah satu perwujudan sarananya, diresmikan Menkeu Ma’rie Muhammad,10 Desember 1994 di Makassar.
Tercatat 32 anggota pendukung modal ventura ini dengan akumulasi dana sebesar Rp.5,3 miliar. Modal yang dihimpun ini disalurkan untuk membantu pengembangan pengusaha kecil dan menengah di Sulawesi Selatan.
Adapun sektor koperasi sebagaimana keputusan Dalam Mubes VI KKSS, ditelorkan pembentukan Primer Koperasi dan Pusat Koperasi, di seluruh Indonesia oleh para peserta Temu Bisnis pada Mubes tersebut.
Nama Koperasi adalah Primer Koperasi Serbaguna KKSS, Pusat Koperasi Serba guna KKSS di Jakarta, yang anggotanya adalah primer-primer koperasi serbaguna KKSS.
Selebihnya forum pertemuan ini merencanakan membentuk PT. Saudagar Bugis Makassar (PT.SBM) dengan modal dasar Rp. 3.000.000.000 yang sahamnya dimiliki oleh semua warga KKSS.
Peserta pertemuan saudagar dengan PT SBM diandaikan mengelola modal ventura bagi pembiayaan pengusaha kecil dan koperasi di Sulawesi Selatan. Pelaksanaan pembentukan koperasi ini, belum dapat diwujudkan, mengingat beberapa kendala akibat krisis moneter serta situasi politik yang kurang kondusif hingga Sidang Umum MPR-RI, Oktober 1999.
Jauh sebelum itu, sejumlah pengurus KKSS telah mendirikan lembaga yang berorientasi ekonomi seperti Yayasan Pembangunan Sulawesi Selatan (YPSS) yang diketuai oleh Ahmad Nurhani dan Sekretaris A. Pawennei. Program YPSS ini lebih mengkhususkan orientasinya kepada pengembangan daerah Sulawesi Selatan, antara lain gagasan pengembangan kota wisata Tanjung Bunga di Makassar. YPSS kini memiliki saham di Tanjung Bunga. Selain itu ada lembaga Makassar Business Centre (MBC) sebuah wadah bisnis yang dapat dibentuk di berbagai daerah di bawah kepemimpinan Drs. H. Andi Moch.Yunus. MBC dapat mendistribusikan informasi produk dan peluang usaha atau peluang tenaga kerja di seluruh Indonesia. Kemudian rencana kerja MBC ini melebur ke dalam Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar.
Gagasannya yang mandek di tengah jalan adalah bisnis penerbangan dan pelayaran. Sekarang MBC tak ada lagi kabarnya. Meski begitu, PSBM tetap digelar setiap tahun.
PSBM di Era Jusuf Kalla
Ketika pergantian rezim, dari Orde Baru ke Orde Reformasi, tak terelakkan banyak tokoh-tokoh daerah menjadi tokoh nasional dan bahkan berada di pucuk pimpinan. Jusuf Kalla menjadi wakil presiden pada 2004 berpasangan dengan SBY dan serta merta gegap gempita PSBM kian menyeruak ke mana-mana. Syiarnya melambung. PM Malaysia Nadjib Razak sempat menghadiri PSBM.
Sebagai Wapres, Jusuf Kalla menjadi magnet para saudagar dan setiap kali hajatan PSBM Jusuf Kalla yang membuka sekaligus sebagai pembicara kunci. Bahkan sempat digagas pertemuan saudagar se nusantara secara berkala dan pernah sekali digelar di Bali. Tak ayal, setiap gelaran PSBM, sejak masa Jusuf Kalla sebagai wapres hingga beberapa waktu lamanya ia acap sebagai pemukul gong acara. Rupanya Jusuf Kalla identik dengan PSBM.
Namun, belakangan Jusuf Kalla prihatin karena banyak saudagar yang terjun ke politik. Dan melihat kecenderungan semakin menurun orang Bugis Makassar yang terjun ke dunia usaha. Beralasan kiranya kalau Jusuf Kalla mengulik saudagar untuk segera bangkit membangun spirit kesaudagarannya.
Kini KKSS di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman, yang nota bene adalah seorang saudagar terpandang, kiranya dapat membawa PSBM ke arah yang lebih paripurna. Kita tunggu kiprahnya.
Sumber buku: Kiprah KKSS dalam Merekatkan Silaturahmi Etnis Nusantara 1976-2000 (Alif we Onggang & Fiam Mustamin), dan Tentang Sejumlah Orang Sulawesi Selatan 1998 (Alif we Onggang).
