Pascabencana, Inflasi Berbalik Jadi Deflasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar Berkat Terjaganya Pasokan Pangan

Ramzy
Ramzy 244 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Deflasi ini juga tidak terlepas dari langkah cepat pemerintah termasuk Kementerian Pertanian dalam merespons dampak bencana hidrometeorologi. Melalui penguatan distribusi, penyaluran bantuan pangan, serta pengamanan pasokan komoditas strategis, pemerintah memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terjaga di wilayah terdampak sehingga tekanan inflasi pascabencana dapat segera diredam.

Sementara itu, secara nasional, pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month to month, dengan penurunan indeks harga dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat deflasi terbesar, yakni 1,03 persen dengan andil deflasi 0,30 persen. Komoditas utama penyumbang deflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

“Pada Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen secara month to month atau terjadi penurunan indeks harga dari 109,92 pada Desember 2025 menurun menjadi 109,75 pada Januari tahun 2026,” sebut Ateng.

Selain itu, BPS juga mencatat bahwa memasuki awal 2026, sejumlah komoditas hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah mulai memasuki masa panen. Kondisi ini meningkatkan pasokan di pasar dan turut menekan harga pangan di tingkat konsumen.

Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor dan daerah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama di wilayah rawan bencana, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. (*)

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Kenangan Wukuf di Arafah 34 Tahun Silam
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!