“Kita harus benar-benar cermat dalam menentukan jadwal tanam, karena ini berkaitan langsung dengan ketersediaan air yang akan dimanfaatkan oleh petani. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak pada hasil produksi,” kata Bupati Irwan.
Bupati menegaskan, jadwal tanam yang telah disepakati nantinya dapat disosialisasikan dan konsisten untuk dipatuhi bersama agar tidak mengganggu proses rehabilitasi. Hal ini untuk memastikan petani tetap mendapatkan pasokan air yang cukup. Pemerintah, akan memastikan ketersediaan air irigasi ini dapat optimal bagi masyarakat petani, khususnya menjelang musim tanam April–September ini.
Karena itu, katanya, dalam menetapkan jadwal tanam dan pengaturan buka tutup pintu air harus diperhitungkan dengan cermat, mengingat prediksi BMKG yang memperkirakan potensi musim kemarau akan berlangsung lama disertai fenomena El-Nino sehingga dampaknya dapat diminimalisir.
Ia juga meminta para penyuluh pertanian untuk lebih aktif melakukan sosialisasi begitu juga dengan para camat agar selalu memantau setiap kegiatan dan kondisi di wilayahnya. (busrah)

