Pemkab Pinrang Gelar Sidang Komisi Irigasi MT April-September 2026

Zainal
Zainal 354 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang, Yusma Elfita mengungkapkan, berdasarkan prediksi BMKG, awal musim kemarau di Pinrang diperkirakan akan terjadi pada awal Juni mendatang.

Karena itu, perlu dilakukan upaya antisipasi sejak dini agar keterbatasan air pada musim kemarau mendatang dapat diatasi dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, termasuk pemanfaatan pompanisasi dan air tanah sebagai alternatif suplai air bagi lahan pertanian.

Hal ini dikatakan Yusman, saat menghadiri Sidang Komisi Irigasi Musim Tanam (MT) April-Sepetember yang digelar Pemkab Pinrang di ruang pola Kantor Bupati Pinrang, Selasa (28/4). Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Pinrang beserta unsur lainnya dalam pengelolaan air irigasi di Pinrang.

Yusma juga menyampaikan, pihaknya berencana akan melakukan rehabilitasi terhadap saluran induk yang ada, setelah kebutuhan air untuk musim tanam April–September terpenuhi. Rehabilitasi ini diantaranya perbaikan dan pengerukan kantong-kantong lumpur dan tanggul.

Bupati Irwan Hamid menyebut, pengelolaan air irigasi akan sangat menentukan keberhasilan sektor pertanian dan berdampak secara langsung pada kesejahteraan masyarakat petani.

“Kita harus benar-benar cermat dalam menentukan jadwal tanam, karena ini berkaitan langsung dengan ketersediaan air yang akan dimanfaatkan oleh petani. Kesalahan sedikit saja bisa berdampak pada hasil produksi,” kata Bupati Irwan.

Bupati menegaskan, jadwal tanam yang telah disepakati nantinya dapat disosialisasikan dan konsisten untuk dipatuhi bersama agar tidak mengganggu proses rehabilitasi. Hal ini untuk memastikan petani tetap mendapatkan pasokan air yang cukup. Pemerintah, akan memastikan ketersediaan air irigasi ini dapat optimal bagi masyarakat petani, khususnya menjelang musim tanam April–September ini.

Karena itu, katanya, dalam menetapkan jadwal tanam dan pengaturan buka tutup pintu air harus diperhitungkan dengan cermat, mengingat prediksi BMKG yang memperkirakan potensi musim kemarau akan berlangsung lama disertai fenomena El-Nino sehingga dampaknya dapat diminimalisir.

Baca juga :  Ekspor Pertanian Melonjak, Andil Penting Dorong Surplus Perdagangan Indonesia

Ia juga meminta para penyuluh pertanian untuk lebih aktif melakukan sosialisasi begitu juga dengan para camat agar selalu memantau setiap kegiatan dan kondisi di wilayahnya. (busrah)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!