PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pagi di Karebosi, Jumat (6/2/2026), bukan sekadar rutinitas seremonial bagi jajaran Pemerintah Kota Makassar. Di ruang terbuka yang menjadi salah satu ikon kota itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersiap melantik camat-camat baru—sebuah langkah yang ia sebut sebagai bagian dari penyegaran struktur pemerintahan di tingkat kecamatan.
Sehari sebelumnya, di Balaikota Makassar, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyampaikan rencana tersebut dengan nada tenang namun tegas. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 Wita dan akan dihadiri para lurah. Baginya, kehadiran lurah bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kesinambungan kerja di level paling dekat dengan masyarakat.
“Rencana pelantikan besok itu lingkup camat. Jam 9 kalau tidak salah, di Karebosi. Undang lurah karena kalau camat dilantik harus ada lurahnya,” ujar Appi.
Pelantikan ini tidak dimaknai sebagai perombakan besar-besaran. Munafri menegaskan, tidak semua jabatan mengalami kekosongan, sehingga tidak seluruh posisi akan diganti. Yang terjadi lebih pada pergeseran internal di lingkup eselon yang sama—sebuah rotasi yang ditujukan untuk menjaga dinamika organisasi tetap segar tanpa mengganggu stabilitas.
“Tidak semua posisi lowong, tidak semua posisi kosong. Sehingga mengakibatkan ada proses pergeseran sesama eselon yang ada di tempat itu,” jelasnya.
Ia juga memastikan, pelantikan kali ini murni menyasar jabatan camat. Tidak ada pejabat eselon IV yang ikut dilantik. Namun, rotasi camat tetap membawa efek berantai pada struktur di bawahnya, khususnya di level eselon III.

