Percaya Takdir Tidak Berarti Fatalis

Rusdy
Rusdy 274 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Islam adalah agama rasional yang mengajarkan umatnya untuk senantiasa bekerja maksimal dalam upaya mencapai sesuatu yang diharapkan.

Cak Nur menegaskan, “Jika agama lain ada yang mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh seseorang karena kesertaannya dalam suatu upaya suci atau melalui penyajian makanan ritual, maka Islam mengajarkan, seseorang yang ingin mendapatkan sesuatu yang baik, seharusnya dia berbuat baik dan tidak menduakan (syirik) kepada Tuhannya QS. 18: 110), juga QS 53: 39).”

Berdasarkan ayat di atas ditegaskan bahwa, seseorang yang mempercayai adanya takdir, tidak berarti dia bersikap fatalis, sebab sikap fatalis kepada nasib berarti tidak adanya usaha atau upaya dalam mengubah nasib menjadi lebih baik.

Oleh karena itu, percaya kepada yang dikehendaki oleh Islam yang mengajarkan amal-usaha tentu mustahil memiliki makna yang menentang usaha seseorang. Allah A’lam. ***

Makassar, 22 September 2022

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Ingin Berbakti Demi Kemajuan Sulsel, Arwan Tjahjadi Kembali Maju Caleg Usungan PSI
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!