PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Pengusaha sekaligus peternak ayam broiler asal Sulawesi Tenggara, Herfain, menaruh harapan besar kepada pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, agar segera membangun pabrik pakan di wilayahnya.
Sejak menekuni usaha tersebut pada 2023, Herfain menilai ketersediaan pakan dengan harga terjangkau menjadi kunci utama kemandirian peternak di daerah.
Di sela pelaksanaan PSBM XXVI di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026), ia mengemukakan, selama ini peternak di Sulawesi Tenggara masih dihadapkan pada tingginya harga pakan.
“Kendala yang kami hadapi di Sulawesi Tenggara, harga pakan yang relatif tinggi, sehingga kami belum bisa dikatakan mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, jika Ketua BPP KKSS yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dapat merealisasikan pembangunan pabrik pakan di Sultra, hal tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan para peternak.
Ia menambahkan, saat ini usaha yang dijalankannya masih menggunakan sistem kemitraan dengan perusahaan besar seperti Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed.
“Usaha kami ini masih menggunakan sistem kemitraan. Mudah-mudahan ke depannya Kementerian Pertanian membantu kami,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, peluang bisnis ayam broiler sejatinya sangat menjanjikan karena merupakan kebutuhan primer masyarakat. Namun, ketersediaan daging ayam broiler di Sulawesi Tenggara masih terbatas dan sebagian besar pasokan masih bergantung dari Sulawesi Selatan.
Di sisi lain, ia melihat peluang pasar dari wilayah lain, termasuk Maluku Utara, yang saat ini mengalami kekurangan stok daging ayam broiler sehingga harga di tingkat konsumen cukup tinggi.
“Kondisi tersebut cukup bagus, dan akan kami coba tangkap sebagai peluang,” pungkas Herfain. (Hdr)

