Ia menambahkan, saat ini usaha yang dijalankannya masih menggunakan sistem kemitraan dengan perusahaan besar seperti Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed.
“Usaha kami ini masih menggunakan sistem kemitraan. Mudah-mudahan ke depannya Kementerian Pertanian membantu kami,” tegasnya.
Lebih jauh dikatakan, peluang bisnis ayam broiler sejatinya sangat menjanjikan karena merupakan kebutuhan primer masyarakat. Namun, ketersediaan daging ayam broiler di Sulawesi Tenggara masih terbatas dan sebagian besar pasokan masih bergantung dari Sulawesi Selatan.
Di sisi lain, ia melihat peluang pasar dari wilayah lain, termasuk Maluku Utara, yang saat ini mengalami kekurangan stok daging ayam broiler sehingga harga di tingkat konsumen cukup tinggi.
“Kondisi tersebut cukup bagus, dan akan kami coba tangkap sebagai peluang,” pungkas Herfain. (Hdr)

