Pj Bupati Enrekang Dukung Kementan Garap 10.000 Hektar Lahan Kering Untuk Pengembangan Holtikultura di 13 Kabupaten

Zainal
Zainal 258 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, ENREKANG – Pj Bupati Enrekang Dr. H. Baba, didampingi Kepala Dinas Pertanian Addi, dan plt, Kepala Bappelitbangda Zulkarnain Kara, menghadiri acara kick-off pelaksanaan Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian bersama Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), di Hotel JW Marriot, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis 16 Mei 2024.

Kegiatan tersebut diikuti 13 Kabupaten pada 7 Provinsi, meliputi Kabupaten Pakpak Bharat (Sumatera Utara), Dairi, Karo, Sumedang, Batang, Wonosobo, Sumenep, Gresik, Lumajang, Buleleng, Enrekang, Gowa, dan Ende.

7 Provinsi diantaranya Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penentuan lokasi di 13 Kabupaten dari total 514 Kabupaten di Indonesia telah melalui serangkaian proses perencanaan panjang melalui Feasibility Study (FS) serta Survei, Investigasi, dan Desain (SID).

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Hortikultura sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Prihasto Setyanto, menyatakan bahwa kehadiran HDDAP diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan hortikultura nasional.

"HDDAP bertujuan untuk mengkonsolidasikan 10 ribu hektare lahan kering dan petani hortikultura secara berkelanjutan di 13 Kabupaten, dengan target terbentuknya 13 Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang bankable," kata Prihasto.

Prihasto mengajak seluruh stakeholder dan mitra kerja HDDAP untuk bersinergi mensukseskan kegiatan ini. Keterlibatan perbankan dan sektor swasta dalam HDDAP diharapkan dapat memberikan dukungan finansial dan akses pasar bagi petani.

Dalam peresmian kegiatan, turut hadir pihak-pihak yang siap menyerap hasil petani, seperti PT Laris Manis Utama dan PT Bintang Pratama Sentosa.

"Harapannya, kegiatan HDDAP dapat menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani hortikultura, termasuk peningkatan produksi, efisiensi penggunaan input produksi, dan peningkatan harga jual produk," tegas Prihasto.

Baca juga :  Menjaga Marwah Advokat di Era Digital, Peradi Profesional Lahir dari Kegelisahan Kolektif

Mengikuti kegiatan, Pj Bupati Enrekang Dr. H. Baba, bersama jajaran mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungannya dalam pengembangan komoditas hortikultura pada lahan kering di Kabupaten Enrekang. "Apalagi, di Sulawesi Selatan hanya Kabupaten Enrekang dan Gowa yang memperoleh HDDAP, " kata, H. Baba, selepas acara kamis (16/05/2024)

"Kami siap mendukung program kegiatan pengembangan hortikultura pada lahan kering melalui HDDAP, dan berharap kepada seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Enrekang untuk berkomitmen dalam mendukung kegiatan tersebut hingga berhasil dan berkelanjutan," tegasnya.

Senior Water Resources Specialist ADB, Junko Sagara, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa program HDDAP, diadakan bersama ADB dan IFAD dengan anggaran total Rp 1,7 triliun, akan berjalan selama 5 tahun. Program ini akan membantu 25 ribu kelompok tani, termasuk 5000 petani wanita di 13 kabupaten pada 7 provinsi di Indonesia. Menurutnya, program ini akan meningkatkan modernisasi pertanian, kerja sama petani dengan sektor swasta, permintaan pasar, dan kapasitas kelompok tani dalam layanan bisnis, "paparnya. (syafar)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!