PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas gagalnya Cathlyn Yvaeni Lesmana, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional asal Makassar, dalam proses seleksi tingkat pusat.
Sikap resmi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi, Hukum, HAM, dan Advokasi PSMTI, Advokat Johnny Situwanda, S.H., M.H., pada Rabu (27/5/2026).
“Kami sangat prihatin atas apa yang dialami Cathlyn. Sebagai putri daerah, ia telah berjuang keras membawa nama baik Makassar di tingkat nasional,” ujar Johnny.
Johnny menegaskan bahwa proses seleksi yang melibatkan generasi muda bangsa wajib dilaksanakan secara transparan, objektif, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan. Menurutnya, setiap anak bangsa memiliki hak dan kesempatan yang setara tanpa boleh dibatasi oleh latar belakang apa pun.
“Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dipersatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika. Jangan sampai semangat anak-anak bangsa untuk berprestasi justru runtuh akibat adanya dugaan perlakuan yang tidak adil. Negara harus hadir melindungi seluruh warganya,” tegasnya.

