Relativisme Dalam Beragama

Rusdy
Rusdy 326 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Cak Nur menambahkan, pandangan seseorang tentang pemahamannya mengenai suatu agama tentu diakui oleh yang bersangkutan sebagai yang paling tepat dan paling benar mengenai agama tersebut. Tetapi, sebagai entitas mengenai entitas yang lain, maka adalah tak masuk akal untuk melihat kedua-duanya sebagai identik dan bisa saling tukar.

Jadi, pemahaman seseorang atau kelompok tentang suatu agama bukanlah dengan sendirinya senilai dengan agama tersebut. Ini lebih-lebih lagi benar jika suatu agama diyakini hanya datang dari Tuhan (wahyu agama samawi) dan bukannya hasil akhir suatu proses historis dan sosiologis (dengan istilah agama wahyu atau agama samawi) maka wewenang menetapkan agama atau tasyry (seharusnya) hanya berasal dari Allah SWT, sementara yang datang dari manusia atau dari arah bumi (juga seharusnya) dipandang sebagai relatif belaka).

Hidup ini indah, berbeda merupakan suatu keniscayaan, asal perbedaan tidak dianggap sebagai masalah dan saling klaim menyalahkan yang lain dan menganggap diri paling benar. Allah A’lam. ***

Makassar, 08 Agustus 2022

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Sekolah Rakyat Dibuka di Makassar, Anak Miskin Disiapkan Jadi Generasi Tangguh
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!