Sore Bercerita #2: Pengajian Semiotika DKV Bersama Dr. Sumbo Tinarbuko

Ramzy
Ramzy 239 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, BULUKUMBA – Ruang diskusi di Rumah Buku SaESA sore itu berubah menjadi kelas terbuka di Google Meet. Sore Bercerita edisi kedua menghadirkan “pengajian seni” yang spesial, dengan narasumber utama Dr. Sumbo Tinarbuko, dosen Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta sekaligus penulis buku Semiotika Komunikasi Visual.

Sejak 2022, Rumah Buku SaESA rutin membicarakan seni dan desain. Namun, kali ini tema terasa lebih akademis: semiotika. Sebuah kajian tentang tanda, yang dalam praktik desain visual tak sekadar soal rupa, melainkan juga makna.

“Penting bahwa semiotika itu lebih demokratis,” ujar Dr. Sumbo. “Kalau orang belajar semiotika, maka desain yang dibuat akan memiliki makna simbolik.”

Diskusi mengalir pada pembahasan warna, tipografi, dan komposisi visual sebagai sistem tanda. Semua itu, menurut Dr. Sumbo, adalah bahasa yang membentuk persepsi audiens. Ia menekankan bahwa sejak manusia lahir, kita sudah membawa tanda-tanda sesuai fase usia. Inilah yang ia sebut sebagai sign language kehidupan.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Ketua Satgas dan Pj Bupati Enrekang Lepas Rombongan Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!