PEDOMANRAKYAT, GOWA – Gelaran Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (DIKBANGSPES) Bintara Narkoba Gelombang II Tahun 2026 kini memasuki fase paling krusial. Agenda ini menjadi panggung pembuktian bagi para peserta didik (serdik) untuk menunjukkan kesiapan mereka sebelum terjun ke garis depan dalam menangani kerumitan kasus narkotika.
Suasana di Command Center Polres Gowa tampak tegang sekaligus penuh konsentrasi sepanjang periode 7 April hingga 8 Mei 2026. Di sana, para serdik wajib membedah dan mempresentasikan hasil penyusunan berkas perkara di depan tim penguji. Bukan sekadar rutinitas administratif, momen ini menjadi ajang koreksi tajam untuk menguji ketelitian, penguasaan materi, hingga rasa tanggung jawab dalam mengawal sebuah kasus hukum.
Kasatresnarkoba Polres Gowa, IPTU Firman, SH, MH, yang mengawal langsung jalannya kegiatan, menekankan bahwa DIKBANGSPES bukanlah sekadar seremoni pendidikan formal. Baginya, ini adalah ujian nyata untuk membentuk mentalitas dan profesionalisme seorang penyidik sejati.
“Selesaikan setiap tugas dengan standar tertinggi. DIKBANGSPES ini adalah ‘senjata’ utama yang akan kalian bawa ke lapangan. Pastikan ilmu yang diserap hari ini bisa diimplementasikan secara sempurna saat bertugas nanti,” tegas IPTU Firman memberikan instruksi.
Ia juga memberikan peringatan keras mengenai kualitas penyusunan berkas perkara yang menjadi ruh dalam penegakan hukum. Menurutnya, akurasi adalah harga mati, karena kekeliruan sekecil apa pun berisiko fatal terhadap keberlanjutan sebuah perkara di meja hijau.

