Tempat Pelaksanaan Konferprov PWI Sulsel Masih Ngambang, Faisal Palapa: Masih Sesuaikan Dana yang Tersedia

Ramzy
Ramzy 934 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Tensi menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan kian mendidih. Bukannya menjadi ajang konsolidasi yang solid untuk menyambut estafet kepemimpinan periode 2026–2031, agenda akbar lima tahunan ini justru dihujani kritik pedas dari anggotanya sendiri yang mencium adanya gelagat ketidakprofesionalan, ketertutupan, hingga indikasi muatan kepentingan sepihak.

Fokus polemik kini tertuju pada kontradiksi jadwal: hari pencoblosan sudah dipatok pada 2 Juni 2026, namun di mana lokasinya masih menjadi misteri yang dirahasiakan dari anggota. Skenario “gantung” ini memicu kepanikan sekaligus tanda tanya besar mengenai sejauh mana kesiapan dan transparansi panitia dalam menakhodai acara.

Gelombang protes pun datang dari deretan jurnalis senior di Makassar. Bagi mereka, ketidakpastian venue yang sudah mepet ini adalah rapor merah bagi organisasi sekelas PWI, yang seharusnya menjadi kiblat profesionalisme dan keterbukaan dalam melibatkan seluruh anggotanya.

“Ini bukan sekadar kongkow biasa, melainkan panggung tertinggi organisasi di level provinsi. Kalau urusan tempat saja masih abu-abu, bagaimana kami bisa percaya proses pemilihannya bakal berjalan bersih?” cetus sejumlah wartawan dengan nada kecewa, Jumat (22/5/2026).

Celakanya, sengkarut Konferprov tidak berhenti pada urusan sewa gedung atau tempat pelaksanaan. Isu miring mengenai ketidaknetralan panitia juga mulai berembus kencang, di mana kepengurusan dituding sengaja mendesain acara demi memuluskan jalan kubu tertentu. Kecurigaan ini kian beralasan menyusul karut-marutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dinilai berantakan.

Faktanya di lapangan, sejumlah nama anggota yang sah justru terdepak dari daftar pemilih. Anehnya, ada oknum yang status keanggotaannya masih dipertanyakan tetapi malah melenggang masuk DPT. Sengkarut data ini jelas memicu alarm bahaya akan potensi gugatan masal pasca-pemilihan nanti.

Baca juga :  Peringatan May Day Kondusif, Kapoldasu Sumbang Hadiah Motor 

“DPT itu jantungnya pemilu organisasi, penentu legitimasi ketua terpilih. Kalau fondasinya sudah cacat sejak awal, Konferprov ini taruhannya bisa kehilangan marwah,” tegas salah satu pengurus PWI tingkat kabupaten di Sulsel.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!