PEDOMAN RAKYAT, MAKASSAR. – Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Prof Dr H Hasnawi Haris, M.Hum, akan membuka tiga kegiatan penting di Aula Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulsel, Jl. Adhiyaksa Makassar, pada Jumat siang ini 27 Maret 2026 yang merupakan realisasi dari program kerja tiga lembaga dalam kepengurusan PGRI Sulsel.
Ketiga lembaga tersebut yakni: Bendahara Provinsi Sulsel, Biro Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi, serta Biro Komunikasi dan Informasi. Kegiatan yang akan dibuka meliputi Koordinasi Perbendaharaan PGRI Kabupaten dan Kota se-Sulsel, Bimtek Digitalisasi Keanggotaan PGRI Kabupaten dan Kota, dan Bimtek Pelaksanaan Tugas Bidang Kominfo PGRI Kabupaten dan Kota se-Sulsel.
Ketua PGRI Sulsel, Prof Dr H Hasnawi Haris, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar lembaga dalam memajukan organisasi PGRI Sulsel, serta meningkatkan kualitas tata kelola di masing-masing bidang.
Koordinasi Perbendaharaan PGRI Sulsel
Kegiatan Koordinasi Perbendaharaan PGRI Kabupaten dan Kota ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola keuangan PGRI di tingkat kabupaten dan kota. Keberadaan para bendahara dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel diharapkan dapat semakin mempererat sinergi dalam melancarkan tugas-tugas kebendaharaan organisasi. “Diharapkan melalui kegiatan ini akan ada kesepakatan untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) yang memudahkan dan memperlancar tata kelola keuangan,” ujar Prof Hasnawi.
Bimtek Digitalisasi Keanggotaan PGRI
Selanjutnya, Bimtek Digitalisasi Keanggotaan PGRI Kabupaten dan Kota juga menjadi fokus penting dalam kegiatan hari ini. Digitalisasi keanggotaan akan meningkatkan transparansi serta validasi data anggota PGRI di Sulsel yang tersebar di seluruh pelosok. Sistem Informasi Keanggotaan (SIK) PGRI Sulsel diharapkan dapat memberikan akuntabilitas dan akses data yang lebih transparan, mengingat jumlah anggota PGRI di Sulsel mencapai puluhan ribu guru.
Akan tampil membawakan materi pada bimtek digitalisasi keanggotaan adalah, Wakil Sekjen PB PGRI/Ketua Badan Khusus Komunikasi dan Digitalisasi, Wijaya Winarja.

