PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Momen Idulfitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.
Hal tersebut disampaikan oleh Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, SH., MH., usai melaksanakan Shalat Idulfitri di Masjid Babul Firdaus Jongaya, Sabtu (21/3/2026).
Masjid yang diketahui dalam tahapan proses renovasi pembangunan itu terletak di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar tersebut merupakan salah satu masjid tertua, didirikan sekitar tahun 1312–1314 Hijriah (sekitar 1893 Masehi), sehingga kini telah berusia kurang lebih 133 tahun.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kemenangan Idulfitri tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga menjadi kebahagiaan seluruh anak bangsa tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Menurutnya, Idulfitri merupakan puncak perjalanan spiritual selama bulan Ramadan yang sarat dengan nilai penyucian diri. Melalui gema takbir, umat Islam diajak kembali kepada fitrah, menjadi pribadi yang lebih beriman, bertakwa, serta membawa kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Mantan Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin (Panglima Ta') juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi global, khususnya bagi umat yang tengah menghadapi konflik di berbagai belahan dunia. Ia berharap momentum Idulfitri menjadi titik doa bersama agar perdamaian, keadilan, dan perlindungan dapat dirasakan oleh semua pihak, sekaligus mengingatkan pentingnya solidaritas kemanusiaan.
Sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta menciptakan kehidupan yang harmonis.
Ia pun optimistis, dengan semangat kebersamaan, Indonesia dapat terus menjadi bangsa yang aman, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan soliditas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semangat Idulfitri, setiap individu diharapkan mampu menjadi agen kebaikan yang menebarkan kedamaian, saling menghormati, serta memperkuat rasa persaudaraan demi masa depan bangsa yang lebih sejahtera dan berkeadilan. (*Rz)



