PEDOMANRAKYAT, PINRANG - Dosen Institut Cokroaminoto Pinrang (ICP) Muhammad Masdar, secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Sosiologi Politik dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ICP yang berlangsung di Lantai Dasar Aula Masjid Al-Munawwir Pinrang, Kamis (15/1).
Rapat Senat Terbuka ini, juga dirangkai dengan prosesi wisuda sarjana Angkatan ke-III. Ada 179 orang sarjana strata satu yang diwisuda dari perguruan tinggi tersebut. Selain unsur pimpinan kampus dan civitas akademika, juga hadir Bupati Pinrang, Irwan Hamid.
Pengukuhan Prof Masdar ini, bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi tonggak penting bagi kemajuan akademik ICP, sekaligus mempertegas eksistensi perguruan tinggi daerah dalam melahirkan intelektual berkelas nasional.
Bagi ICP, pengukuhan Guru Besar tersebut menjadi penguat peran kampus sebagai pusat pengembangan ilmu sosial yang responsif terhadap realitas masyarakat. Dengan bertambahnya Guru Besar, ICP semakin eksis mengukuhkan diri sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pencetak generasi intelektual berkarakter, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berbasis pendidikan dan sumber daya manusia unggul
Secara khusus, Bupati Irwan Hamid menyampaikan apresiasinya atas capaian luar biasa yang diraih Prof Masdar. Bupati bilang, pengukuhan Guru Besar ini merupakan bukti nyata bahwa SDM akademik Pinrang mampu bersaing dan berkontribusi besar bagi pembangunan daerah dan bangsa.
"Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, tidak hanya Institut Cokroaminoto Pinrang, tetapi juga kebangaan seluruh masyarakat Pinrang. Kehadiran Guru Besar di bidang sosiologi politik sangat strategis dalam memperkuat pemikiran kritis, demokrasi dan pembangunan sosial,” kata Bupati Irwan.
Ia mengatakan, pemerintah senantiasa mendukung penguatan sektor pendidikan, termasuk peningkatan kualitas dosen dan pengembangan keilmuan di perguruan tinggi.
Kepada para wisudawan, Bupati Irwan menegaskan, wisuda bukan merupakan akhir perjalanan akademik, melainkan menjadi tantangan untuk mengaktualisasikan diri di tengah masyarakat dengan gelar yang telah diperoleh. Karena itu, Bupati berharap, kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat terus terjalin. Ia pun mengajak pihak ICP serta perguruan tinggi lainnya di Pinrang untuk dapat memberikan sumbangsih pemikiran guna membangun Pinrang ke depan.
Dalam orasi ilmiah "Dari Konfrontasi ke Koalisi: Analisis Interaksionis Simbolik atas Negosiasi Kepentingan dalam Politik.” yang disampaikan Prof Masdar, Ia menekankan pentingnya peran akademisi dan institusi pendidikan tinggi sebagai penjaga nalar publik, terutama di tengah situasi politik yang semakin pragmatis dan transaksional. Kampus, kata dia, tidak boleh terjebak dalam menara gading, tetapi harus hadir sebagai ruang produksi gagasan yang mencerahkan dan menyejukkan kehidupan berbangsa.
Orasi ini merupakan refleksi mendalam atas dinamika politik Indonesia yang kerap diwarnai konflik, polarisasi, dan tarik-menarik kepentingan. (busrah)

