Obituari Andi Rudiyanto Asapa, SH, LLM : Main Bola Sambil Bawa Badik

Tanggal:

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Pak Rudy, begitu biasa kami sapa, merupakan pria dengan seabrek prestasi dan penghargaan. Pria tenang, tetapi sangat galak di forum dan podium ini, pernah menerima penghargaan cincin emas sebagai tokoh Sulsel dari PWI dan Harian Bina Baru Makassar (1998).

Penampilannya yang selalu necis dan rapi, tidak mengherankan kalau Dra.Psy Okky Asokawati mengganjarnya dengan Peniti Emas sebagai Pria Berbusana Terbaik (1997).

Masih pada tahun yang sama, Fosdami Makassar merilis satu buku bersampul merah berjudul “Sepuluh Pengacara Terbaik/Favorit Sulawesi Selatan” dan almarhum salah seorang di antaranya.

Pada tahun 1998 dia menerima “Amanagappa Award” dari DPD Perhimpunan Sarjana Hukum Indonesia (PERSAHI) Sulawesi Selatan dan sebagai “Tokoh Reformasi Sulawesi Selatan”.

Setahun kemudian (1999) diangkat sebagai “Warga Kehormatan (Honorary Citizen) The City Of Rapid City State Of South Dakota Amerika Serikat sebagaimana ditulis wikipedia.co.

Pak Rudy menerima penghargaan sebagai Alumnus Berprestasi/ Terbaik dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (2000). Masih pada tahun itu juga, menerima penghargaan sebagai salah satu dari “Tiga Puluh Advokat/Pengacara Terbaik Mellenium Kedua” dari Jurnalis Media Indonesia.

Setahun kemudian (2001) dia menerima “The Best Award Gold Priority 2001” untuk Bidang Reformasi Hukum dan HAM dari YP dan MPR Jakarta. Pada tahun itu juga, almarhum menerima “ASEAN Best Executive Award 2001” untuk Bidang hak Asasi Manusia dari KLIF dan IRDP.

Penghargaan Widyakrama dari Presiden Republik Indonesia atas keberhasilan dalam Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun di Bidang Pendidikan dia peroleh pada tahun 2006 ketika menjabat Bupati Sinjai periode pertama.

Pada saat yang sama juga menerima penghargaan di Bidang Kependudukan, menerima Penghargaan Anugrah Satya Lencana Manggala Karya Kencana yang diserahkan oleh Kepala BKKBN Pusat atas Prestasi Dalam Pengendalian Penduduk Melalui Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sinjai.

Baca juga :  Pelestarian Wisata Untuk Mendukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Masih pada tahun 2006 almarhum menerima penghargaan Medali Emas Peduli Pendidikan sebagai Bupati yang peduli Pendidikan dari Menteri Pendidikan Nasional. Agaknya, tahun itu dia banjir penghargaan. Dia dinobatkan sebagai Bupati Pelopor Pembebasan Akta Kelahiran dari Menteri Pemberdayaan Perempuan RI. Juga, menerima penghargaan Citra Bakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia atas Prestasi Dalam Hal Kinerja Pelayanan Publik.

Sepanjang tahun 2007 almarhum menerima penghargaan se-abrek. Mulai dari Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Pada tahun itu pula dia menerima penghargaan International Best Executive Award 2007-2008 dari “ASEAN Programe Consultant”.

Penghargaan Manggala Karya Bakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan RI, penghargaan Lencana Kehormatan Satya Lencana Pembangunan Pertanian dari Presiden Republik Indonesia, penghargaan Leadership Award 2007 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, hingga penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia atas keberhasilan dalam tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota.

Pada tahun 2008 menerima banyak penghargaan. Mulai dari penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia dalm tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota.

Menerima “Penghargaan Produksi Pangan Nasional” dari Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Menerima penghargaan satya Lencana Tata Karya dari Presiden Republik Indonesia. Menerima plakat penghargaan Tata Adi Nugraha dari Presiden Republik Indonesia. Menerima piagam penghargaan dari PT. Pos Indonesia atas segala bantuan dalam pelayanan bantuan langsung tunai (BLT) bagi rumah tangga miskin di Kabupaten Sinjai secara “door to door” .

Sepanjang tahun 2009 Pak Rudy menerima medali dan penghargaan kebudayaan sebagai Pembina seni budaya dan pariwisata daerah dari Badan Kerjasama Kesenian Indonesia (BKKI) di Yogyakarta, Peniti Emas Harian Ujung Pandang Ekspress, Piagam Adipura untuk kategori Kota Kecil dari Presiden Republik Inonesia, Penghargaan Adibhakti Mina Bahari dari Mentri Kelautan dan Perikanan RI.

Baca juga :  Lahan Contoh Penghijauan di Kecamatan Parado Bima (2) : Harga Merosot, Produksi Meroket

Penghargaan dari FIPO sebagai nominasi untuk kategori daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan pendidikan, menerima Piala Upakarti dari Presiden Indonesia, dan menerima penghargaan KPID Award untuk kategori lembaga/insan peduli penyiaran.

Pak Rudy sepanjang tahun 2010 menerima beberapa penghargaan, seperti dari Menteri Riset dan Teknologi RI atas kebersihan di Bidang Percepatan Pelayanan Teknologi Informasi, Grand Award Bidang Ekonomi dari FIPO untuk kategori Inovasi Bidang Ekonomi Dalam Hal Pemberdayaan Potensi Lokal dan Pengentasan Kemiskinan.

Piagam Penghargaan Pemberdayaan Perempuan dari FIPO, menerima Piala Adipura untuk kategori Kota Kecil dari Presiden Republik Indonesia, Penghargaan Bakti Koperasi dan UKM dari Presiden Republik Indonesia Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono atas Keberhasilan di Bidang Koperasi dan UKM.

Penghargaan “Satya Lencana Wahana Lestari” Bidang Kehutanan dari Menteri Kehutanan RI atas keberhasilannya dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan di daerahnya, dan penghargaan Sertifikat ISO 9001–2008 dari “Worldwide Quality Assurance” atas keberhasilannya dalam penerapan manajemen pelayanan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Sinjai.

Pada tahun 2011 menerima penghargaan dari KONI Sulawesi Selatan sebagai Ketua KONI Teladan Sulawesi Selatan.

Rudiyanto Asapa setelah menamatkan pendidikan di Fakultas Hukum Unhas langsung menjadi pengcara praktik. Dia sempat menjabat Ketua Yayasan Pelayanan Hukum Kencana Keadilan Sulsel dan menjadi Advokat.

Pernah juga menjabat Director Law Firm Andi Rudiyanto Asapa, SH dan Associates, Direktur LBH Makassar, Sekjen Majelis Nasional PBHI dan HAM Pusat, Pimpinan Dewan Penyantun Yayasan LBHI Pusat, dan menjadi Penasihat Hukum sejumlah Pemda, seperti Gowa, Pemkot Makassar, Kabupaten Luwu Utara, dan Pemda Kab. Pangkep, serta Bupati Sinjai (2003—2008 dan 2008—2013).

Almarhum juga termasuk aktivis organisasi. Misalnya, pernah sebagai Pimpinan Dewan Pembina/Dewan Penyantun Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) (2005—2010), Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan (2011—), Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan (2010—2015), dan Anggota Badan Kerjasama Kabupaten Seluruh Indonesia, Sulawesi Selatan,

Baca juga :  Renungan Hari Ini: Wartawan sebagai Video Kehidupan

Kini pria pendiam dan tenang itu, telah pergi. Dia berpulang dan meninggalkan jasa dan kisah bagaikan, “gajah meninggalkan gading, dan harimau meninggalkan belangnya”. Selamat jalan Pak Rudy. Kami akan selalu mengenangmu dalam elegi yang tiada henti. (M. Dahlan Abubakar)

1
2
TAMPILKAN SEMUA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Pahlawan-Pahlawan Kerajaan Bajeng Melawan Penjajah Belanda

Oleh : Drs. Abd. Kahar Pattola ( Raja Bajeng XIX ) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ada suatu ungkapan bahwa “Setiap Masa ada Pemimpinnya dan setiap...

Bayi Terlahir di Puncak ‘Ncanga’ itu, Kini Profesor!

Oleh M.Dahlan Abubakar PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Matahari belum terlalu tinggi di belahan langit timur Desa Boro 21 Juli 2025....

KEMERDEKAAN DAN PANGAN KITA

Oleh : Muliadi Saleh Kemerdekaan bukan hanya soal mengibarkan bendera, melainkan bagaimana bendera itu tetap berkibar dalam perut yang...

Pramuka di Era Digital, Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa

Oleh: Andi Fahri Makkasau (Andalan Nasional / Kepala Pusdiklatda Sulawesi Selatan) PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Ditengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang...