Sementara untuk di Kecamatan Sinjai Tengah dan Bulupoddo, pihaknya saat ini masih menunggu laporan data pertanian yang terdampak dari penyuluh di lapangan.
“Untuk sampai saat ini informasi yang kami terima di Desa Turungan Baji ada 17 hektar sawah dan di Desa Bonto Salama ada sekitar hampir 5 hektar yang mengalami kerusakan. Sementara di Sinjai Tengah dan Bulupoddo kita masih tunggu laporannya,” jelasnya.
Menurut Waris, lahan pertanian milik petani yang ada di Sinjai Barat ini mengalami kerusakan akibat debit air yang tinggi sehingga padi yang sudah ditanam terbawa arus dan juga lahan sawah tertimbun longsor.
“Ini yang perlu penanganan serius dan kita harap dari Badan Penanggulangan Bencana bisa membantu petani untuk mengembalikan posisi sawah yang tertimbun material longsor supaya bisa ditanam kembali,” katanya.
Sentara itu Kadis TPHP Sinjai H. Kamaruddin menambahkan, pihaknya saat masih menunggu data lengkap jumlah lahan persawahan yang mengalami kerusakan, setelah itu pihaknya akan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
“Kita masih tunggu data lengkapnya, kemudian kita akan laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana untuk solusi dan tindaklanjut berikutnya,” pungkasnya. (AaN)