PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Waktu boleh saja berlalu hingga empat abad lamanya, namun nama besar Syekh Yusuf Al-Makassari sama sekali tidak pernah pudar. Menginjak usia ke-400 tahun sejak kelahirannya pada 1626 silam, karomah, pemikiran, dan gelora perjuangan sang ulama sufi masih tertanam kuat di hati masyarakat.
Tahun 2026 ini menjadi momentum yang kian istimewa. Nama Syekh Yusuf kini resmi terdaftar dalam rangkaian anniversary UNESCO. Sebuah pengakuan global yang menegaskan bahwa pengaruh sang pejuang melampaui batas-batas negara.
Fakta historis inilah yang memantik semangat Ikatan Keluarga Besar (IKB) Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Ujung Pandang untuk mengambil peran garis depan. Mereka berkomitmen penuh mengawal dan menyukseskan jalannya peringatan Haul ke-400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari yang rencananya akan digelar awal bulan Juli .
”IKB PPSP IKIP Ujung Pandang akan selalu mengambil peran dalam haul Syekh Yusuf. Kita ingin pelaksanaan haul ke-400 tahun ini gemanya tidak hanya dirasakan oleh warga Gowa atau Sulawesi Selatan saja, tapi harus merasuk hingga ke pelosok Nusantara dan mancanegara,” ujar Ketua Umum IKB PPSP IKIP Ujung Pandang, Prof. Harris Arthur Hedar, dengan nada optimis.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Harris saat memimpin rapat pemantapan bersama jajaran panitia di Hotel Claro Makassar, Jumat (22/5/2026). Pertemuan strategis itu turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Panitia Farouk M. Beta, Sekjen IKB PPSP Waris Ardhy, serta mantan Kajati Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
Pahlawan Dua Negara, Kebanggaan Dunia
Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar nama di buku-buku sejarah. Beliau adalah simbol keteguhan iman yang hakiki, keberanian tanpa gentar melawan kolonialisme VOC, sekaligus mercusuar keilmuan. Sepanjang hidupnya, tak kurang dari 50 kitab lahir dari buah pikirannya yang jernih.

