PEDOMANRAKYAT, WAJO - Perselisihan yang sempat menyita perhatian publik antara wartawan Edi Sudirman, yang akrab disapa Edi Prekendes, dan seorang oknum anggota Unit Intel Kodam XIV/Hasanuddin berinisial T, akhirnya berujung damai.
Kesepakatan tersebut dicapai melalui proses mediasi di Ruang Media Center Kodim 1406/Wajo, pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.
Sebelumnya, kasus ini sempat mencuat setelah Edi Prekendes melaporkan oknum intel tersebut ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Bone atas dugaan intimidasi. Laporan itu berawal dari unggahan story WhatsApp milik Edi yang bertuliskan “Melawan oknum-oknum munafik pemeras datang di Wajo”, yang kemudian dianggap menyinggung oleh pihak tertentu.
Namun, setelah difasilitasi oleh pihak Kodim 1406/Wajo, kedua belah pihak akhirnya memilih menempuh jalur kekeluargaan. Dalam pertemuan tersebut, Edi Sudirman dan T sepakat untuk mengakhiri kesalahpahaman dan saling memaafkan.
“Kami sepakat berdamai dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Tidak ada lagi permasalahan di antara kami,” ujar Edi setelah penandatanganan surat pernyataan perdamaian.
Proses mediasi dan penandatanganan surat perdamaian disaksikan langsung oleh Kapten Mahdianto, Dan BKI C Den Intel Kodam XIV/Hasanuddin, Kapten Gaffar, Pasi Intel Kodim 1406/Wajo, Peltu Raiyyan, Danunit Intel Kodim 1406/Wajo, serta sejumlah awak media yang turut hadir dalam kesempatan tersebut.
Berikut beberapa poin utama dari surat pernyataan perdamaian yang ditandatangani kedua belah pihak.
Kedua pihak sepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum dan membatalkan seluruh tuntutan yang telah diajukan.
"Kami menyatakan telah mencapai kesepakatan damai dan tidak ada lagi tuntutan atau klaim di antara kami dan kami berjanji untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu perdamaian dan ketertiban masyarakat."
Surat pernyataan tersebut dibuat dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak mana pun, dan disaksikan langsung oleh pihak Kodim serta sejumlah saksi lainnya.
Dengan tercapainya perdamaian ini, diharapkan hubungan baik antara insan pers dan aparat keamanan dapat kembali terjalin harmonis. Peristiwa ini juga menjadi pelajaran berharga akan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah. (Deden)

