Bukan Mitos! Hiu Gangga yang Nyaris Punah Ditemukan di Tana Tidung, Ini Reaksi Bangga Gubernur Zainal

Ramzy
Ramzy 824 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, TANJUNG SELOR – Sebuah torehan sejarah di dunia sains berhasil dicatatkan oleh tim peneliti multidisiplin dari Universitas Hasanuddin (Unhas), James Cook University Australia, dan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Keberhasilan luar biasa mereka dalam menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus)—spesies hiu air tawar yang sangat langka—di sepanjang aliran Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, langsung mendapat apresiasi tinggi dan respons hangat dari Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum.

Saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026) siang melalui pesan singkat WhatsApp, mantan Wakapolda Kaltara tersebut tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Mewakili jajaran Pemprov Kaltara serta seluruh masyarakat Bumi Benuanta, ia menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas hasil kerja keras para pakar dunia yang sukses mengidentifikasi dan mengamati secara langsung sebanyak 43 spesimen Hiu Gangga di ekosistem Sungai Sesayap, sebuah angka yang sangat signifikan bagi dunia konservasi global.

Mengingat status Hiu Gangga yang masuk dalam daftar ‘Critically Endangered’ (Sangat Terancam Punah) oleh IUCN, Gubernur Zainal sepakat dengan pandangan para ahli bahwa penemuan 43 spesimen ini otomatis menempatkan Kaltara sebagai ‘the last stronghold’—benteng pertahanan terakhir sekaligus habitat paling krusial di planet bumi bagi masa depan predator yang sempat dianggap sebagai mitos belaka. Pencapaian monumental ini bukan sekadar pemanis di atas jurnal akademik, melainkan sebuah bukti empiris bahwa riset kolaboratif internasional mampu menciptakan mukjizat bagi pelestarian keanekaragaman hayati nusantara.

Menyikapi temuan berharga dari ekspedisi sains lintas negara ini, Gubernur Zainal Paliwang langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan seruan tegas. Ia menginstruksikan kepada seluruh elemen masyarakat Kaltara, khususnya warga Kabupaten Tana Tidung yang mendiami kawasan bantaran Sungai Sesayap, untuk bahu-membahu menjaga kelestarian habitat tersebut dan menumbuhkan rasa kepemilikan yang kuat (sense of belonging) terhadap satwa purba yang berada di ambang kepunahan ini.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  PSI Mobilisasi Ribuan Simpatisan Merahkan Deklarasi Pasangan Seto-Kiki
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!