“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya mengetuk hati seluruh masyarakat Bumi Benuanta, wabilkhusus warga Tana Tidung, untuk ikut bangga atas temuan berharga 43 spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap ini. Mari kita satukan tekad untuk menjaga eksistensi dan kelestarian predator sungai tropis yang sangat eksotis ini agar tidak punah dari muka bumi,” tegas Gubernur Zainal.
Selain membakar semangat konservasi lokal, orang nomor satu di Kaltara yang juga suami dari Hj. Rahmawati Zainal, SH (Anggota DPR RI) ini, memberikan imbauan taktis bagi sektor perikanan lokal. Ia meminta dengan sangat kepada para nelayan tradisional, baik yang kerap menjaring maupun memancing di sekitar area estuari (muara) Sungai Sesayap, untuk langsung melepaskan kembali dengan hati-hati jika secara tidak sengaja menangkap atau mengait Hiu Gangga tersebut.
“Sebagai langkah konkret, jajaran Pemprov Kaltara akan segera menginisiasi gerakan edukasi publik dan sosialisasi masif yang menyasar masyarakat Kabupaten Tana Tidung, terutama komunitas desa yang hidup berdampingan langsung dengan aliran Sungai Sesayap. Langkah preventif ini krusial guna membangun kesadaran kolektif bahwa mereka adalah penjaga garda depan bagi kelangsungan hidup satwa langka dunia ini,” pungkas Zainal Paliwang menutup pernyataannya. (*)


