PEDOMANRAKYAT, SINJAI — Aktivitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai kembali menggeliat. Usai libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan pasien langsung memadati layanan rawat jalan pada hari pertama dibukanya kembali pelayanan, Rabu (25/3/2026).
Sejak pagi, sejumlah pasien terlihat mengantre di berbagai poli pelayanan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan, pelayanan kepada pasien tetap berjalan tertib dan lancar dengan dukungan tenaga medis dan petugas rumah sakit yang sigap melayani.
Direktur RSUD Sinjai, Dr. H. Kahar Anies, mengatakan bahwa pasca libur Idulfitri terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien yang datang berobat, baik di rawat jalan maupun rawat inap.
“Pada hari pertama pelayanan setelah cuti bersama Idulfitri, jumlah pasien rawat jalan mencapai 319 orang. Angka ini meningkat dibanding hari biasa yang rata-rata sekitar 200 pasien atau mebungkat sekitar 50 persen,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Untuk pasien rawat inap tercatat sebanyak 116 pasien. Sementara itu, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga tetap berjalan dengan jumlah kunjungan sebanyak 9 pasien, serta layanan PONEK yang menangani 3 pasien.
Berdasarkan data rumah sakit, poli jantung menjadi layanan dengan jumlah pasien terbanyak, disusul poli saraf dan poli interna. Sedangkan di IGD, keluhan yang paling banyak ditangani antara lain gastritis, diare dan dispepsia.
Meski terjadi lonjakan pasien, pihak rumah sakit memastikan seluruh layanan tetap berjalan normal. Para dokter spesialis juga tetap siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.
“Walaupun ada peningkatan pasien setelah libur panjang, pelayanan tetap berjalan stabil dan semua pasien dapat tertangani dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama masa libur Idulfitri, sejumlah layanan penting rumah sakit tetap beroperasi seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang siaga 24 jam, layanan rawat inap serta pelayanan obat bagi pasien yang membutuhkan.
Lonjakan jumlah pasien setelah libur panjang, kata dia, merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat setelah masa liburan. (iz)

