Hadapi El Nino, Kementan Pastikan Infrastruktur Siap dan Pangan Tetap Aman

Ramzy
Ramzy 462 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan kesiapan menghadapi potensi El Nino ekstrem yang diperkirakan berlangsung mulai April hingga enam bulan ke depan, melalui penguatan infrastruktur pertanian dan peningkatan produksi guna menjaga ketersediaan pangan nasional tetap aman.

“Itu ada El Nino kedepan, itu mulai bulan depan, April, diperkirakan itu sampai 6 bulan. Insyaallah pangan, khusus sektor pangan itu aman,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Senin (30/3/2026).

Mentan Amran menegaskan, pengalaman menghadapi El Nino 2023 menjadi pijakan penting dalam memperkuat strategi mitigasi saat ini. Meskipun saat itu dihadapkan pada ancaman kekeringan cukup berat, pemerintah berhasil menekan kebutuhan impor secara signifikan melalui berbagai intervensi cepat di lapangan.

“Dulu tahun 2023 itu ada El Nino juga yang tidak kalah kerasnya, dahsyatnya. Rencana waktu itu saya masih ingat dalam Ratas (Rapat Terbatas) kita mau impor (beras) 10 juta ton. Tapi dengan kerja keras, paralel, sambil kita kerja keras mengantisipasi El Nino, kita melakukan pompanisasi, irigasi, oplah (optimalisasi lahan), itu kita tekan sampai impor hanya sekitar 3 juta ton,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut kemudian diperkuat melalui akselerasi pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian sepanjang 2024. Menurut Mentan Amran, kondisi saat ini jauh lebih siap karena berbagai intervensi telah berjalan di lapangan.

“Nah itu alhamdulillah berhasil, tahun berikutnya (2024) kita lakukan akselerasi, jadi infrastruktur untuk menghadapi El Nino sudah jauh lebih baik,” ungkapnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa Kementan telah memperkuat pompanisasi dengan pemasangan puluhan ribu pompa di berbagai sentra produksi, serta memastikan sistem irigasi berfungsi optimal untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

“Pompanisasi, itu puluhan ribu pompa di lapangan, dan sudah terpasang, irigasi pompa sudah jalan,” ujar Mentan Amran.

Baca juga :  Dari Reuni Alumni UIN Alauddin di Bima: (4) Prof. Muslimin: Tak Mau Tetap Jadi Penjual Minyak Tanah

Selain itu, oplah juga terus didorong untuk meningkatkan indeks pertanaman, sehingga lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali kini mampu ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali tanam.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!