AKP Muaz menambahkan bahwa pemilihan lokasi di kawasan Pasar Induk Minasa Maupa bukanlah tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai titik pertemuan arus kendaraan yang padat, terutama karena letaknya yang berdekatan dengan Jembatan Kembar yang kerap menjadi simpul kemacetan.
Guna mengatasi potensi “hantu” kemacetan, Polres Gowa telah memetakan koordinat strategis untuk penempatan personel. Penjagaan ketat disiagakan mulai dari area pasar, Jembatan Kembar, persimpangan lampu merah, hingga beberapa titik check point yang telah ditentukan.
Jangkauan pengamanan pun tidak main-main, meliputi seluruh wilayah perbatasan antara Makassar dan Gowa. Bahkan, bagi mereka yang berencana menghabiskan waktu libur di dataran tinggi, Pos Pelayanan khusus juga telah didirikan di kawasan wisata Malino untuk memastikan wisatawan tetap merasa terlindungi.
Masuk ke bagian dalam pos, Tim Itwasum juga melakukan audit terhadap sistem data. Mereka memeriksa dengan teliti panel data digital dan perangkat operasional pendukung lainnya untuk memastikan setiap informasi lapangan dapat terintegrasi dengan cepat dalam melayani masyarakat.
Rangkaian supervisi ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan pengawasan menyeluruh. Harapannya, seluruh skenario pengamanan mudik di Kabupaten Gowa dapat berjalan tanpa kendala, sehingga masyarakat bisa merayakan lebaran dengan penuh kedamaian dan kenyamanan. (Bara)

