Majelis Syuhada Berkunjung ke Peninggalan Soeharto

Ramzy
Ramzy 256 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, PAREPARE – Meski sudah ketigakalinya nanti pejuang subuh Majelis Syuhada Parepare berkunjung di Masjid Nurussamawati. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah masjid yang tidak jauh dari Rumah Sakit Tipe B Andi Makkasau.

Setidaknya sekitar limaratus lebih jamaah Majelis Syuhada Parepare akan membanjiri masjid yang bisa diartikan “Cahaya Langit” melaksanakan Shalat Subuh berjamaah pada Jum’at dini hari, 15/5/2026. Ketua DKM Nurussamawati, H. Muhammad Husain, SP dan segenap pengurusnya siap menyambut majelis tersebut. Kemudian Imam masjid tersebut, Usman Toha, SE, MM yang memimpin shalat subuh berjamaah dan sebagai penceramah Ustadz H. Haeruddin, S.Pd.I, MA.

Masjid Nurussamawati ini adalah boleh dikata peninggalan sejarah pemerintahan Presiden Soeharto. Setidaknya ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan (999) masjid yang serupa dengan ciri atap bertingkat tiga tersebar di seluruh Indonesia.

Konon khabarnya, Presiden Soeharto yang mengadakan
kunjungan “blusukan” di salah
satu daerah di Pulau Jawa. Ia prihatin melihat warga mengumpulkan dana pembangunan masjid. Dimana Soeharto menyaksikan warga bersusah payah bergotong royong, bahkan mengumpulkan dana lewat celengan di pinggir jalan untuk bangun masjid.

Dengan dasar itulah, kemudian Soeharto membentuk yayasan bernama Yayasan Amalbhakti Pancasila pada tahun 1982. Lewat lembaga ini, Soeharto mengajak orang muslim menyisihkan penghasilannya, terutama kalangan TNI, Polri dan ASN menyisihkan gajinya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Jelang Idul Fitri 1445 H, Personel Polsek Mamajang Ajak Warga Bersinergi Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!