Menjaga Marwah Demokrasi di Balik Kemeja Putih PWI Sulsel

Ramzy
Ramzy 485 Pembaca
3 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Oleh : Ardhy M Basir

​Gelaran Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan yang akan berlangsung pada Selasa, 2 Juni mendatang di Hall Graha Pena Makassar, bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Bagi sekitar 405 jurnalis yang akan hadir, momentum ini adalah panggung pembuktian bagaimana sebuah organisasi profesi tertua dan terbesar di Indonesia ini merawat nilai-nilai demokrasi.

​Ada simbolisme yang menarik dalam perhelatan kali ini. Imbauan panitia agar seluruh elemen—baik panitia, peserta penuh, maupun peninjau—mengenakan kemeja putih seragam bukan sekadar urusan estetika visual. Warna putih senantiasa identik dengan kesucian, ketulusan, dan lembaran baru. Dalam konteks suksesi kepemimpinan, gerakan “memutihkan” arena ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk menjaga niat suci: membawa PWI Sulsel ke arah yang lebih baik, tanpa menanggalkan rasa persaudaraan.

​Demokrasi di tubuh PWI Sulsel akan diuji melalui suara dari 305 peserta penuh yang memiliki hak pilih sah, serta dihadiri oleh 100 peserta peninjau. Angka-angka ini mencerminkan dinamika dan besarnya porsi kepemilikan anggota terhadap masa depan organisasinya.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Baca juga :  Gubernur Naik Heli Pantau Pencarian Penumpang KM Ladang Pertiwi di Perairan Pangkep
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!