Menuju “Pesta” Lima Tahunan, SC Tegaskan Konferensi PWI Sulsel Bebas Settingan

Ramzy
Ramzy 171 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR - Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai persiapan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan. Agenda yang kerap disebut sebagai "pestanya para wartawan" lima tahun sekali ini memasuki tahapan krusial lewat acara sosialisasi dan persiapan pemungutan suara yang digelar di Sekretariat PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, Sabtu (30/5/2026).

​Sosialisasi ini sengaja digelar guna mematangkan persiapan pemungutan suara untuk pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel periode 2026–2031. Semangat utamanya adalah mewujudkan kontestasi yang sehat, demokratis, dan riang gembira.

​Hadir dalam pertemuan tersebut unsur panitia di antaranya Ketua Steering Committee (SC) H.A. Faisal Syam, Ketua Organizing Committee (OC) Faisal Palapa, serta jajaran panitia lainnya seperti Arman, Manaf Rachman, Muhammad Arafah, Iwan Azis, dan Ronald Ngantung.

​Kehadiran Para Pasangan Calon

​Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing kubu calon. Pasangan calon Ketua PWI Sulsel Suwardy Thahir berhalangan hadir dan diwakili oleh Mappiar, sementara pasangannya yang maju sebagai Ketua DKP, M. Dahlan Abubakar, tampak hadir secara langsung.

​Di sisi lain, pasangan Amrullah Basri juga berhalangan hadir dan diwakili oleh tandemnya, Abd. Jurlan, yang maju sebagai calon Ketua DKP PWI Sulsel.

​Aturan Surat Mandat dan Jaminan Keamanan

​Dalam sesi pemaparan teknis, Arman dari pihak OC menjelaskan aturan mengenai penggunaan surat mandat bagi pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Biasa yang diwakilkan.

​"Surat mandat ini harus sudah diserahkan kepada tim verifikasi paling lambat hari Senin, 1 Juni 2026, pukul 22.00 WITA," tegas Arman.

​Sesi sempat dinamis ketika perwakilan dari tim Suwardy Thahir–Dahlan Abubakar mempertanyakan jaminan keamanan fisik surat mandat dan KTA asli milik peserta konferensi. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Arman memberikan garansi penuh.

Baca juga :  Pemilihan RT/RW Ricuh, Warga Maccini Sombala Desak Lurah dan Camat Turun Tangan

​"Untuk surat mandat dan KTA asli, saya pastikan dan jamin aman," ujarnya meyakinkan para peserta.

​Pengundian Nomor Urut yang Unik

​Suasana formal berubah menjadi cair saat panitia memulai prosesi penarikan nomor urut pasangan calon. Keunikan terlihat karena panitia menggunakan kotak dari kardus bekas air mineral sebagai wadah pengambilan nomor.

​Kesempatan pertama diberikan kepada duet Suwardy Thahir / M. Dahlan Abubakar. Dahlan Abubakar yang maju mengambil undian berhasil mendapatkan Nomor Urut 2. Selanjutnya, giliran Abd. Jurlan yang mewakili duet Amrullah Basri / Abd. Jurlan mengambil undian dan mendapatkan Nomor Urut 1.

​Bantahan Isu "Settingan" Lokasi

​Menanggapi isu miring dan dinamika pemberitaan terkait pemindahan lokasi pelaksanaan konferensi yang dituding sengaja diskenariokan untuk memenangkan salah satu calon, Ketua SC Faisal Syam angkat bicara secara tegas. Ia membantah keras adanya intervensi atau pengaturan hasil.

​"Graha Pena sengaja dipilih dari dua opsi lokasi sebelumnya karena tempat ini dinilai paling representatif dan tepat untuk pelaksanaan konferensi. Jadi, tidak ada itu settingan," papar Faisal Syam.

​Faisal juga menambahkan sebuah fakta untuk meredam spekulasi yang beredar di media.

​"Lagi pula, dua calon Ketua PWI Sulsel ini sama-sama berasal dari fajar, jadi yakinlah panitia akan berlaku netral," tambahnya disambut anggukan setuju para hadirin.

​Acara sosialisasi yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara panitia dan perwakilan masing-masing pasangan calon, menyimbolkan kesiapan PWI Sulsel menyambut pesta demokrasi yang damai. (Ardhy M Basir)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!