Ia juga mengingatkan tantangan generasi muda di era digital. Kemajuan teknologi, katanya, membawa peluang sekaligus risiko. Karena itu, siswa diminta lebih bijak menggunakan gawai dan media sosial.
Kepala UPT SMPN 1 Tomoni Timur, Aris Ruruk, menyebut perayaan Natal sudah menjadi agenda rutin, sebagaimana kegiatan keagamaan lainnya. “Setiap tahun kami merayakan Natal dan juga Paskah. Untuk siswa Hindu, beberapa waktu lalu mereka menggelar Dharma Santi. Semua berjalan baik dan toleransi tetap terpelihara,” ujarnya.
Di sekolah yang beragam ini, perayaan Natal bukan hanya seremoni, tetapi juga ruang belajar. Ia menjadi pengingat bahwa keberagaman dapat tumbuh menjadi kekuatan asalkan dirawat bersama. #)

