Perburuan Tiga Tahanan Kabur Bontonompo Berakhir di Luwu

Ramzy
Ramzy 247 Pembaca
2 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, GOWA – Hujan tipis membasahi halaman Polsek Bontonompo pada Sabtu dini hari, 2 Agustus 2025 lalu.

Di tengah gelap yang nyaris pekat, tiga tahanan kasus pencurian meninggalkan selnya. Besi jeruji yang bengkok menjadi saksi, sebelum langkah mereka hilang di jalan desa.

Sejak pagi, kabar pelarian itu membuat telepon di meja piket Polres Gowa nyaris tak berhenti berdering.

“Kita tidak boleh kehilangan jejak,” ujar AKP Bahtiar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, mengingat momen awal pengejaran.

Penyisiran dimulai Minggu dini hari (03/08/2025). Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan di bawah AKP Wawan Suryadinata bergabung dengan Unit Resmob dan Jatanras Polres Gowa, serta Unit Kamneg Satintelkam.

Rute perburuan membentang jauh, dari Pelabuhan Barru, Pelabuhan Nusantara Parepare, hingga dek-dek kapal tujuan Balikpapan, Nunukan, dan Tarakan. Hasilnya nihil.

Jejak segar muncul dua hari kemudian, Selasa (05/08/2025). Di Dusun Patoko, Desa Harapan, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Unit Resmob Polres Luwu dan Unit Reskrim Polsek Walenrang menemukan MI, 19 tahun, meringkuk di rumah kerabatnya.

“Dua lainnya ke arah Bulukumba,” bisiknya kepada petugas.

Informasi itu menghidupkan kembali mesin pencarian. Kamis sore, 07 Agustus 2025, Dusun Patompo menjadi titik akhir pelarian R alias M (21) dan I (42).

Saat disergap, keduanya melawan. Tiga kali tembakan peringatan membelah udara, namun tak diindahkan. Polisi akhirnya menembak terukur, lalu membawa mereka ke Puskesmas Walenrang.

Di halaman kantor polisi, bau tanah basah bercampur dengan aroma kopi dari dapur kecil di belakang. Malam itu, tiga wajah letih duduk di kursi besi, yang tak lagi sebagai buronan, tapi tahanan yang kembali.

“Kami bekerja lintas kabupaten, bahkan lintas polres, untuk memastikan tak ada satu pun yang lolos,” kata Bahtiar, Jumat, 08 Agustus 2025.

Baca juga :  Syawalan Muhammadiyah Gowa Dihadiri Pimpinan Pusat dan Wakil Ketua MPR RI

Ia menegaskan, penyelidikan belum usai. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan dan skema pelarian yang lebih besar.

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana koordinasi cepat dan ketat dapat menutup semua pintu keluar bagi tahanan kabur, bahkan yang mencoba menghilang di tengah rimba perbatasan kabupaten, AKP Bahtiar, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, menandaskan. (Hdr)

Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!