Di Bawah Hangat Idulfitri, Keluarga Besar M. Basir Menenun Kembali Makna Kebersamaan

Ramzy
Ramzy 525 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjelma lebih dari sekadar perayaan bagi keluarga besar Muhammad Basir, ia hadir sebagai ruang pulang, tempat rindu-rindu lama menemukan pelukannya, dan kebersamaan kembali ditenun dalam kehangatan yang nyaris tak terucap. Dalam balutan suasana yang akrab dan penuh cinta, nilai kepedulian dan persatuan terasa mengalir begitu alami, seperti warisan sunyi yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Keluarga besar EMBAS, nama yang akrab dan sarat makna datang dengan langkah ringan namun hati yang penuh. Di kediaman Eka Oktavia Arifien Basir, di Jalan Baji Rupa, Makassar, pada Senin (23/3/2026), waktu seakan melambat, memberi ruang bagi tawa, cerita, dan kenangan untuk saling bertaut. Dari berbagai penjuru, mereka berkumpul, membuktikan bahwa jarak hanyalah jeda, bukan pemisah.

Di antara yang hadir, tampak Ardhy M. Basir, Pemimpin Umum Pedoman Rakyat, yang membawa serta jejak nilai dan keteladanan dari sang ayah, almarhum M. Basir. Sosok yang dikenang bukan hanya sebagai tokoh pers, tetapi sebagai pribadi yang sederhana, religius, dan berpikiran luas. Dalam diamnya, tersimpan gagasan besar yang pernah memberi warna bagi perjalanan Makassar dan Indonesia Timur.

Kehadirannya seperti jembatan antara masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali semangat yang dulu ditanamkan, sekaligus menegaskan bahwa nilai perjuangan dan integritas tak pernah benar-benar usai, melainkan diwariskan dalam diam dan tindakan.

“Idulfitri bukan hanya tentang kembali ke titik awal, tetapi tentang merawat hubungan yang sering kali terlupa,” tuturnya, lirih namun sarat makna. Baginya, keluarga adalah ruang pertama tempat manusia belajar tentang cinta, tentang memahami, dan tentang bertahan di tengah derasnya perubahan zaman.

Baca juga :  Curi Perabotan Milik SS Barbershop, Pelaku Diamankan Opsnal Polsek Makassar

Ia pun mengenang sang ayah sebagai sosok dengan idealisme yang tak mudah goyah. Pada 1957, M. Basir memilih meninggalkan kenyamanan sebagai pegawai Imigrasi Makassar demi menapaki jalan yang lebih sunyi, membangun Pedoman Rakyat sebagai pemimpin redaksi dan pemegang saham. Dari tangan dinginnya, lahir nama-nama besar yang kelak menjadi penopang dunia jurnalistik.

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!