“Memoar Pustakawan Sejati”, Jejak Pengabdian Nasyidah yang Tumbuh Bersama Buku dan Waktu

Ramzy
Ramzy 244 Pembaca
4 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR – Buku bukan sekadar tumpukan kertas bagi Nasyidah, S.Sos., M.AP. Ia adalah jejak hidup, saksi pengabdian, sekaligus cara seorang pustakawan “berbicara” melampaui usia. Senin, 9 Februari 2026, jejak itu resmi dititipkan ke ruang-ruang baca, saat buku “Memoar Pustakawan Sejati” diserahkan untuk menjadi koleksi perpustakaan.

Rusdin Tompo, sang editor, menyerahkan buku yang mendokumentasikan perjalanan panjang karier Nasyidah di dua perpustakaan berbeda—pada hari yang sama. Buku terbitan Arsy Media itu pertama diserahkan kepada Adriani binti Nasir, SIP, pustakawan Dispusarsip Sulsel, di Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Selanjutnya, buku keempat karya Nasyidah itu juga diserahkan kepada Sri Wachyuni Ismail, pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, untuk memperkaya koleksi Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Gowa di Sungguminasa.

Bagi Nasyidah, buku ini bukan sekadar karya tulis, tetapi penanda fase hidup.
“Perjalanan karier saya sudah sampai ke pengujung. Ibarat lembaran-lembaran buku, seorang penulis akan menamatkan kisah yang ditulisnya,” tulis perempuan kelahiran Watampone, Bone, 27 Mei 1961 itu.

Ia ingin meninggalkan jejak—pembelajaran, inspirasi, dan motivasi—bagi pustakawan dan generasi yang akan memilih profesi ini. Sebab baginya, pustakawan bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan hidup.

DNA Seorang Pustakawan

“DNA saya adalah pustakawan. Saya tidak pernah berada di OPD lain, selain Dispusarsip,” ungkapnya dalam buku.

Kalimat itu merangkum kesetiaan 37 tahun pengabdian di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Kariernya dirintis dari bawah—dari pegawai honorer, hingga mencapai puncak sebagai Pustakawan Ahli Utama (Pustama).

Pendidikannya pun sejalan dengan jalan hidupnya. Ia menyelesaikan D3 Ilmu Perpustakaan Unhas (1983), S1 Ilmu Perpustakaan Unhas (2001), dan S2 Magister Administrasi Publik Unismuh Makassar (2013). Berbagai diklat kepustakawanan dari Perpustakaan Nasional turut memperkaya kompetensinya, dari pelatihan fungsional, Training of Trainers, hingga promosi dan etika layanan perpustakaan.

Baca juga :  Pererat Silaturahmi, Bhabinkamtibmas Pattunuang Laksanakan Kerja Bakti Bersama Masyarakat

Suaminya, Syamsuddin Bakry, SE, juga pensiunan pustakawan pada dinas yang sama—seolah hidup mereka memang dilingkupi dunia literasi.

Jalan Sunyi Pengabdian

1
2TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!