PEDOMANRAKYAT, MAKASSAR — Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi menilai konsep “Rembug Tani” yang digagas Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di Jambi pada 2 Mei 2026 lalu, menjadi langkah strategis dalam memperkuat jalan menuju swasembada dan kedaulatan pangan nasional.
Menurut Viva Yoga, forum yang menghadirkan direksi PT Pupuk Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi H. Sudirman, serta para pelaku pertanian tersebut menempatkan petani sebagai pusat kebijakan pangan nasional.
Ia mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai agenda prioritas nasional. Dari sisi pasokan tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, Indonesia disebut telah berada pada kondisi swasembada sehingga tidak lagi bergantung pada impor.
Viva Yoga menjelaskan, konsep Rembug Tani merupakan model tata kelola pangan berbasis dialog langsung antara negara, pelaku produksi, dan ekosistem distribusi pertanian. Forum tersebut bukan sekadar ruang pembahasan teknis, melainkan mekanisme pembangunan pangan yang menghubungkan pemerintah sebagai regulator, petani sebagai produsen utama, BUMN pupuk sebagai penyedia sarana produksi, serta pemerintah daerah sebagai pelaksana di lapangan.

