Di Bawah Hujan dan Cahaya Ramadan, “Arsitektur Jiwa” Diluncurkan Sambil Berbagi untuk Anak Lorong

Ramzy
Ramzy 609 Pembaca
5 Menit baca

Follow Pedomanrakyat.co.id untuk mendapatkan informasi terkini.

Klik WhatsApp Channel  |  Google News

Apresiasi serupa juga datang dari Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang diwakili oleh Tulus Wulan Juni. Dalam sambutan yang dibacakannya, ia menyampaikan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar perayaan lahirnya sebuah karya, tetapi juga menjadi ruang dialog antara penulis, pegiat literasi, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat luas.

Menurutnya, judul Arsitektur Jiwa memiliki makna yang mendalam. Jika arsitektur biasanya berkaitan dengan pembangunan fisik, maka arsitektur jiwa berbicara tentang bagaimana manusia merancang dan membangun batin serta karakter dirinya. Makna ini terasa semakin relevan dengan momentum bulan suci Ramadan yang menjadi waktu refleksi dan perbaikan diri bagi umat Muslim.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan data dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mencatat bahwa pada tahun 2025 terdapat 25.843 penerbit di Indonesia. Namun yang aktif hanya sekitar 10.148 penerbit atau sekitar 39 persen. Di Sulawesi Selatan sendiri tercatat ada 818 penerbit dengan 331 penerbit aktif atau sekitar 41 persen. Meski demikian, Sulawesi Selatan tetap berada pada peringkat ketujuh sebagai daerah dengan jumlah penerbit terbanyak dan teraktif di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa literasi merupakan sebuah ekosistem yang terdiri dari enam unsur penting, yakni penulis, buku, penerbit, toko buku, perpustakaan, dan pembaca. Keenam unsur tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Peluncuran buku ini juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pandangan tentang literasi dan pembangunan karakter melalui tulisan, di antaranya Dr. Alimuddin Sa’ban Miru dari Universitas Negeri Makassar serta Rezky Amalia Syafiin, Duta Baca 2018.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh literasi dan pengusaha di Sulawesi Selatan, di antaranya Ketua REI Sulawesi Selatan Sudarman, Sekjen ALFI H. Muh. Hatta, Ketua DPP Ikatan Penulis Muslim Indonesia (IPMI) Muh Amir Jaya, Sekjen Forum Sastra Indonesia Timur (FOSAIT) Anwar Nasyaruddin, serta sejumlah tokoh literasi lainnya seperti Syahrir Rani Dg Nassa, Andi Marliah, dan Andi Ruhban.
Sejumlah mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar juga hadir menyimak jalannya diskusi.

Baca juga :  Camat Tomoni Timur Ajak Umat Hindu Cendana Hitam Jaga Toleransi

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin hangat. Para penulis, tamu undangan, dan anak-anak lorong duduk bersama menikmati hidangan berbuka. Di tengah hujan yang masih turun perlahan, kebersamaan itu menjadi penutup yang manis bagi sebuah acara literasi yang lahir bukan hanya dari kata-kata, tetapi juga dari kepedulian dan harapan. ( Ardhy M Basir )

1
2
TAMPILKAN SEMUA
Bagikan Artikel Ini
Tinggalkan Komentar
error: Content is protected !!