Usai upacara persemayaman, jenazah almarhum dibawa ke Masjid Jabal Taqwa BTN Tamarunang Indah I untuk dishalatkan sebelum diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir di wilayah Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu. Prosesi pemakaman militer berlangsung tertib, aman, dan penuh penghormatan hingga selesai pada pukul 14.20 Wita.
Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan menyampaikan bahwa kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga besar Kodim 1408/Makassar. Namun demikian, semangat pengabdian, loyalitas, dan disiplin yang ditunjukkan almarhum diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi prajurit muda untuk terus mengabdi dengan tulus kepada bangsa dan negara.
“Kepergian almarhum Pratu Riyan Dwi Saputra merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar Kodim 1408/Makassar. Almarhum adalah prajurit yang menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang tinggi selama menjalankan tugas. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga seluruh amal ibadah serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan.
Prosesi penghormatan terakhir tersebut menjadi cerminan kuat bahwa nilai kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan prajurit TNI. Pengabdian seorang prajurit tidak hanya dikenang oleh institusi, tetapi juga hidup dalam ingatan masyarakat yang merasakan manfaat dari setiap tugas dan pengorbanannya.
Melalui momentum tersebut, TNI AD kembali menegaskan komitmennya dalam menjunjung tinggi nilai penghormatan kepada setiap prajurit yang telah mendedikasikan hidupnya demi keutuhan bangsa dan negara. Semangat persaudaraan dan pengabdian yang diwariskan almarhum diharapkan terus menjadi motivasi dalam memperkuat persatuan serta semangat bela negara di tengah masyarakat. (*Rz)

